Hingga Kamis (10/9) pukul 17.00 WIB, sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi telah tiba. Sebanyak 13 venue juga telah disiapkan untuk pelaksanaan perlombaan dan kegiatan pendukung.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Hal ini disampaikannya saat menyambut Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Kamis (10/9) malam.
Kafilah Papua Barat Daya telah tiba lebih dahulu. Sedangkan gubernur, ketua DPR, dan sekretaris daerah provinsi tersebut dijadwalkan menyusul pada hari ini.
Taj Yasin menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memastikan kesiapan penginapan bagi para kafilah dan kepala daerah yang hadir. Kesiapan lainnya meliputi konsumsi, transportasi, keamanan, posko kesehatan, ambulans, tenaga kesehatan, hingga rumah sakit rujukan.
Selain itu, sebanyak 13 lokasi juga disiapkan untuk pelaksanaan musabaqah dan kegiatan pendukung. Lokasi tersebut antara lain, kawasan Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Raya Baiturrahman Semarang, dan kawasan PRPP.
Pemprov Jateng juga menyiapkan 15 unit bus untuk mendukung mobilitas kafilah, dewan hakim, panitia, dan tamu. Setiap provinsi juga mendapatkan pendampingan khusus dari satu perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Kafilah Papua Barat Daya, misalnya, didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata karena sudah ada bus yang disiapkan," jelas Taj Yasin.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah tiba, Taj Yasin dan Ahmad duduk berdampingan di ruang VIP Stasiun Tawang. Percakapan keduanya berlangsung cair, menggunakan beberapa bahasa secara bergantian, mulai dari bahasa Indonesia, Jawa, hingga Arab.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad menceritakan pernah menempuh pendidikan di Al-Azhar, Mesir. Ia juga memiliki ikatan personal dengan Jawa Tengah karena istrinya, Ida Priyanti Nausrau, berasal dari Kabupaten Cilacap.
Ahmad menyebut kedatangannya kali ini tidak hanya untuk mendampingi kafilah Papua Barat Daya dalam MTQ Nasional, tetapi juga seperti pulang kampung.
"Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih," paparnya.
Ahmad mengaku terharu karena disambut langsung oleh Taj Yasin bersama jajaran Pemprov Jateng. Terlebih, Taj Yasin juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an Jateng.
"Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput," ungkapnya.
Menurut Ahmad, MTQ Nasional tidak semata-mata menjadi arena perlombaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan kebersamaan antardaerah.
Ia mengatakan Papua Barat Daya juga akan mempelajari penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah sebagai bahan pertimbangan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah pada masa mendatang.
Ahmad menilai daya tarik Papua Barat Daya, termasuk Raja Ampat, dapat menjadi magnet bagi peserta dari seluruh Indonesia. Apabila disetujui pemerintah pusat, penyelenggaraan tersebut akan menjadi MTQ Nasional pertama di Tanah Papua.
Ia menegaksan kehadiran jajaran pimpinan Papua Barat Daya menjadi bentuk dukungan penuh kepada kafilahnya. Para qari dan qariah sengaja datang lebih awal agar mempunyai waktu lebih panjang untuk beradaptasi dan memaksimalkan latihan sebelum perlombaan dimulai.
"Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat," pungkas Ahmad.
Simak juga Video 'Usulan Pramono: Haul Ulama Betawi di Monas-Lomba MTQ Diperluas':
(anl/ega)









































