Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi UMKM Rp 2,4 M
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi UMKM Rp 2,4 M

Angelina Vioni
Sabtu, 19 Sep 2026 19:07 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Pameran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah mencatat transaksi mencapai Rp2,4 miliar selama berlangsung pada 12-19 September 2026. Selain transaksi penjualan, kegiatan ini juga membuka kontrak bisnis antarpelaku usaha dengan nilai mencapai Rp7,54 miliar.

Pameran yang digelar di kawasan parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima, Kota Semarang, tersebut melibatkan 150 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan total transaksi tersebut terdiri atas transaksi retail senilai Rp2.385.574.640 dan transaksi order sebesar Rp23.651.000.

"Pameran ini harapannya menjadi syiar ekonomi umat," kata Emmy, dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

Hal ini disampaikan saat menyampaikan laporan pada Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (19/9).

Menurutnya, sejumlah kerja sama bisnis yang lahir dari pameran tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi produk tidak seharusnya berhenti ketika pameran ditutup.

Salah satu kerja sama yang terjalin melibatkan PT Yuasa Food Berkah Makmur dengan Politeknik Kementerian Kesehatan Tasikmalaya. Keduanya bekerja sama dalam penyediaan makanan penanggulangan stunting dan emergency food untuk bencana alam dengan nilai kontrak Rp5 miliar dan masa kerja sama dua tahun.

Kerja sama lainnya melibatkan sejumlah UMKM Jawa Tengah. Abel Etnic Solo menjalin kerja sama dengan Friny Collection dari Riau untuk penyediaan aksesori tembaga dan batu senilai Rp300 juta dengan masa kontrak lima tahun.

Kemudian, CV Hury Accessories Kebumen bekerja sama dengan CV Naturaline Boyolali untuk penjualan bundling produk senilai Rp500 juta dengan masa kontrak lima tahun.

Tifani Batik Pekalongan juga menjalin sejumlah kerja sama, antara lain penyediaan biji jintri senilai Rp300 juta serta penyediaan parfum dan aromaterapi senilai Rp360 juta.

Sementara itu, Segar Asem Semarang menjalin kerja sama penyediaan produk minuman tradisional dengan Oleh-oleh Kampung Joglo Malioboro Yogyakarta senilai Rp30 juta. Kerja sama serupa juga dilakukan dengan Oleh-oleh 52 Grup Semarang dengan nilai mencapai Rp1,05 miliar.

Emmy mengatakan selama pameran pelaku usaha didorong tidak hanya berjualan, tetapi juga membangun jejaring, bertukar kontak bisnis, mengumpulkan database pelanggan, membuat konten, hingga mengoptimalkan media sosial.

Pameran tersebut juga membuka peluang pasar internasional. Emmy menyebutkan terdapat sejumlah pembeli dari luar negeri yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk UMKM Jawa Tengah.

Salah satunya adalah pembeli asal Brasil yang menyatakan minat terhadap 6.460 lembar tikar pandan dengan potensi nilai kontrak sekitar Rp4,56 miliar. Ketertarikan terhadap produk UMKM Jawa Tengah juga datang dari pembeli asal Nigeria, India, dan Amerika Serikat.

Selama delapan hari, pameran dikunjungi oleh sekitar 80.000 orang. Antusiasme pengunjung bahkan masih terlihat hingga malam terakhir pelaksanaan. Sebanyak 150 stan yang terlibat terdiri atas 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan capaian transaksi dan kerja sama tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM untuk memperluas pasar.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya, sehingga side event dari MTQ berupa pameran ini berjalan dengan lancar," kata Sumarno.

Menurutnya, pemerintah memiliki peran untuk memfasilitasi pelaku UMKM agar terus berkembang. Salah satu tantangan terbesar yang perlu dijawab bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memperluas pemasaran.

"Pameran ini adalah salah satu cara untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita untuk memasarkan produk-produknya," kata Sumarno.

Ia berharap transaksi dan kerja sama yang terbentuk selama pameran tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Jejaring yang telah terbangun diharapkan terus berkembang menjadi hubungan bisnis yang lebih luas.

Sumarno mengingatkan pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian MTQ Nasional. Karena itu, di tengah geliat ekonomi yang muncul, ia berharap penyelenggaraan MTQ juga dapat mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur'an.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan MTQ Nasional bukan sekadar momentum yang menghadirkan berbagai kegiatan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kecintaan dan kedekatan masyarakat dengan Al-Qur'an. (akn/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini