Ribuan Warga Ikuti Tasyakuran Rayakan Prestasi Jateng di MTQ Nasional 2026
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Ribuan Warga Ikuti Tasyakuran Rayakan Prestasi Jateng di MTQ Nasional 2026

Inkana Putri
Kamis, 24 Sep 2026 08:08 WIB
Ribuan Warga Ikuti Tasyakuran Rayakan Prestasi Jateng di MTQ Nasional 2026
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta - Kegiatan Jawa Tengah Bersholawat yang berlangsung di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang dipadati ribuan warga. Acara ini digelar sebagai bentuk tasyakuran atas suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026.

Kegiatan tersebut sekaligus merayakan prestasi Jawa Tengah yang melesat ke peringkat kedua nasional. Dalam gelaran itu, Jawa Tengah menempati peringkat kedua nasional dan mengumpulkan 208 poin. Capaian itu meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang berada di peringkat ke-16.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Ia berterima kasih kepada para alim ulama, masyarakat, jajaran pemerintah, serta pihak-pihak lain yang mendukung suksesnya gelaran ini.

"Musabaqah Tilawatil Qur'an ke-31 telah berlangsung sukses," kata Luthfi dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Hal tersebut disampaikannya pada acara Jawa Tengah Bersholawat sekaligus tasyakuran MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, kemarin malam.

Ia menegaskan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi bagian dari sejarah yang dapat disaksikan bersama oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, Luthfi juga menyerahkan bisyarah (tali asih) secara simbolis senilai Rp 282 juta kepada kafilah Jawa Tengah yang meraih juara dalam MTQ Nasional XXXI. Penyerahan kepada para kafilah didampingi Wakil Gubernur sekaligus Ketua LPTQ Jateng Taj Yasin Maimoen dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno.

Sementara itu, Taj Yasin berterima kasih kepada para kafilah yang telah membawa Jawa Tengah meraih prestasi pada kompetisi tersebut. Menurutnya, pelaksanaan MTQ Nasional tidak hanya menghasilkan capaian bagi kafilah. Perhelatan tersebut juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jawa Tengah.

"Catatan penting bahwa perhelatan MTQ ini juga memberikan dampak toleransi yang luar biasa. Bukan hanya umat muslim saja yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang. Dampaknya luar biasa, dari segi ekonomi maupun sosial," ucapnya.

Ia menyebut rangkaian MTQ Nasional XXXI didatangi lebih dari 250 ribu pengunjung. Berdasarkan data yang disampaikannya, aktivitas selama penyelenggaraan MTQ menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 triliun.

Taj Yasin berharap pengalaman para kafilah dan tamu selama berada di Jawa Tengah dapat mendorong mereka untuk kembali berkunjung.

"Harapannya, mereka sering kembali ke Jawa Tengah, berwisata di Jawa Tengah, menikmati kota-kota yang ada di Jawa Tengah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut terbantu," ujarnya.

Sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah, ia juga memastikan pembinaan kafilah tidak berhenti setelah gelaran MTQ Nasional berakhir. Pembinaan akan kembali dimulai dari tingkat kabupaten dan kota untuk menghadapi penyelenggaraan MTQ berikutnya.

Many Thanks

Simak juga Video 'Usulan Pramono: Haul Ulama Betawi di Monas-Lomba MTQ Diperluas':

(akd/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini