TPA Cipayung Depok Longsor karena Overload, DLHK Tambah Alat Berat

TPA Cipayung Depok Longsor karena Overload, DLHK Tambah Alat Berat

Devi Puspitasari - detikNews
Jumat, 02 Okt 2026 17:51 WIB
Pekerja mengoperasikan alat berat untuk memindahkan tumpukan sampah di Kali Pesanggrahan, kawasan TPA Cipayung, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). Sampah yang menumpuk di aliran sungai dibersihkan untuk mengembalikan kelancaran aliran air.
Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Tempat Pembangunan Akhir (TPA) Sampah Cipayung, Depok, mengalami longsor karena overload. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menambah alat berat untuk menangani itu.

Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni mengatakan longsor mengakibatkan sulitnya akses alat berat untuk menangani kondisi itu. Namun saat ini sudah dalam proses penanganan.

"Saat ini terjadi penyempitan area manuver di TPA Cipayung, tapi sudah kami tangani walaupun belum maksimal," ujar Reni seperti dilihat di situs Pemkot Depok, Jumat (2/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reni menyebutkan kondisi longsor yang terjadi di area TPA tersebut disebabkan daya tampung TPA Cipayung yang sudah overload.

ADVERTISEMENT

"Selain itu, juga keterbatasan alat berat untuk melakukan penanganan," ungkapnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, DLHK saat ini telah menambahkan alat berat. Adapun alat terdiri dari satu unit buldoser dan empat unit ekskavator.

"Harapannya dengan penambahan alat berat ini dapat mendukung proses penanganan dan penataan area manuver di TPA Cipayung," tambahnya.

Reni juga mengingatkan masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Kemudian, sampah organik akan diangkut oleh armada organik untuk diolah menjadi kompos atau pakan maggot.

"Sedangkan sampah anorganik bisa dikerjasamakan dengan bank sampah setempat, sehingga bisa memiliki nilai guna dan ekonomi," tuturnya.

"Pemilahan sampah dari sumber diharapkan dapat mengurangi beban TPA Cipayung, jadi sampah yang masuk ke hanya sampah residu karena dapat memperpanjang usia TPA Cipayung dan tidak memiliki nilai ekonomis," tutupnya.

Lihat Video 'TPA Jatibarang Terbakar Lagi, Api Merambat Hingga 10 Hektare':

(dvp/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini