Skandal Manipulasi Pasar Saham Turki, 455.000 Investor Jadi Korban

Skandal Manipulasi Pasar Saham Turki, 455.000 Investor Jadi Korban

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 02 Okt 2026 18:18 WIB
Hampir setengah juta investor terdampak krisis pasar saham Turki, dan seorang politisi perempuan dari partai penguasa mundur (Yasin Aras/Anadolu Agency/picture alliance)
Hampir setengah juta investor terdampak krisis pasar saham Turki, dan seorang politisi perempuan dari partai penguasa mundur (Yasin Aras/Anadolu Agency/picture alliance)
Ankara -

Para investor di Turki hanya ingin satu hal: uang mereka bisa bertahan nilainya. Dengan inflasi sekitar 30%, hal itu tentu tidak mudah. Akibatnya, banyak orang beralih membeli emas, mata uang asing, atau saham, dan semakin banyak yang memilih saham reksa dana yang menjanjikan imbal hasil tinggi.

Namun pasar saham justru menjadi jebakan bagi sekitar setengah juta investor Turki. Pada pertengahan September, indeks acuan BIST 100 anjlok 6% dalam satu hari dan kehilangan sekitar 12% nilainya hanya dalam beberapa hari perdagangan.

Penurunan tajam harga saham ini dipicu oleh skandal manipulasi pasar besar-besaran. Sekitar 455.000 investor terdampak, lebih dari 45 orang telah ditangkap, dan seorang politisi senior dari partai penguasa AKP telah mengundurkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang terjadi?

Semuanya dimulai ketika beberapa penyedia reksa dana mengalami kesulitan membayar kembali investor tepat waktu. Di antara yang terdampak adalah dana yang dikelola perusahaan Pusula Portfoy dan Tera. Dua dana Tera saja memegang aset senilai sekitar 6,5 miliar euro (sekitar Rp134,5 triliun).

Sebagai respons, Badan Pasar Modal (SPK) turun tangan dan menutup dana dari tujuh manajer aset, termasuk Tera, Pusula, dan Atlas. Menurut kantor berita milik negara Anadolu, total 131 dana akan dilikuidasi.

ADVERTISEMENT

Kantor Jaksa Publik Istanbul kini sedang menyelidiki tuduhan penipuan, pelanggaran undang-undang pasar modal, dan pembentukan organisasi kriminal, demikian diumumkan Menteri Kehakiman Akin Gurlek.

Dugaannya: perusahaan-perusahaan dana tersebut diduga telah menggelembungkan nilai dana mereka secara artifisial, sementara kenyataannya dana mereka berisi "saham sampah" yang tidak bernilai.

Di antara 45 orang yang ditangkap sejauh ini adalah para eksekutif dari perusahaan investasi. Selain itu, aset 42 individu dan 46 badan hukum telah dibekukan, menurut Gurlek di X.

Bursa Efek Istanbul juga mengambil tindakan: per 1 Oktober, 27 saham dikeluarkan dari indeks acuan BIST 100.

Apakah investor akan mendapatkan uang mereka kembali?

Dana-dana tersebut sedang dilikuidasi: asetnya akan dijual dan hasilnya dibagikan kepada investor secara proporsional sesuai kepemilikan saham dana mereka. Tenggat waktu untuk ini telah diperpanjang dari tiga menjadi enam bulan. Menurut Aysel Gundogdu, penasihat keuangan independen di Istanbul, ini dimaksudkan untuk mengurangi tekanan jual agar saham tidak dijual dengan harga murah. Namun ini tidak berarti likuidasi setiap dana akan memakan waktu enam bulan. Tergantung kondisi pasar, proses ini bisa selesai lebih cepat.

Hanya saja, tidak ada jaminan. Reksa dana bukan rekening tabungan dan setiap penurunan nilai ditanggung oleh investor. Gundogdu memperkirakan reksa dana pasar uang sebagian besar akan dapat dicairkan. Namun untuk reksa dana lindung nilai dan reksa dana saham yang memegang "saham sampah" yang praktis tidak bisa diperdagangkan, situasinya bisa lebih sulit.

Penting untuk membedakan antara kerugian pasar dan kerugian yang diakibatkan oleh potensi penyimpangan.

Ekonom dan kolumnis Guldem Atabay menegaskan bahwa harus ada perbedaan antara kerugian harga dan manipulasi: investor menanggung risiko pasar, tapi mereka tidak harus menerima informasi palsu, harga yang digelembungkan secara artifisial, atau kurangnya pengawasan.

Apakah perusahaan dan manajer dana bertanggung jawab atas kerugian?

Jika dana ditutup atau dilikuidasi, saham dan efek lain dalam portofolio dapat dijual. Pertanyaannya adalah berapa nilainya dan seberapa mudah bisa dijual.

Pakar keuangan Gundogdu percaya bahwa aset dana tidak akan menutup klaim investor. Ia juga menyebut ada kegagalan struktural. "Krisis ini jauh lebih besar dari sekadar krisis likuiditas. Ada cacat dalam manajemen dan pengawasan."

Oleh karena itu ia menganggap kemungkinan bahwa aset para pendiri dan manajer dana juga bisa disita untuk menutup kekurangan.

Ekonom Atabay menyerukan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diidentifikasi dan kerugian dipulihkan dari mereka. Setelah likuidasi dana, harus diperjelas siapa yang bertanggung jawab atas setiap pelanggaran hukum. "Likuidasi bukan pengganti akuntabilitas," kata Atabay.

Apa dampak politiknya?

Krisis ini sudah berujung pada pengunduran diri seorang politisi perempuan senior di partai penguasa AKP. Fatma Betul Sayan Kaya, wakil ketua partai dan mantan menteri urusan keluarga, meminta Presiden Turki sekaligus pemimpin AKP Recep Tayyip Erdogan untuk "membebaskannya dari semua jabatannya." Frasa ini sudah sering digunakan dalam AKP selama bertahun-tahun ketika seseorang dipaksa mundur.

Ia menghadapi tuduhan terkait transaksi saham olehnya dan suaminya, Ilyas Kaya, dalam kaitannya dengan krisis dana. Tanggung jawab politik, tulisnya di media sosial, melampaui tanggung jawab hukum. Ia mengatakan posisinya tidak boleh menghambat penyelidikan.

Oposisi kini berniat membawa masalah ini ke hadapan parlemen. Selcuk Ozdag, wakil pemimpin kelompok parlemen Yeni Yol, mengumumkan bahwa begitu parlemen bersidang kembali, ia akan mengajukan mosi untuk penyelidikan parlemen. Penyelidikan itu dimaksudkan untuk menentukan apakah ada politisi yang terlibat dalam skandal manipulasi ini.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Muhammad Hanafi

Lihat juga Video 'Modus Kripto Abal-Abal, Polda Jatim Sita Rp 81 Miliar dari 77 Rekening!':

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini