Israel Usut Pembajakan Flydubai, Netanyahu Tuding Pelaku Alami Radikalisasi

Israel Usut Pembajakan Flydubai, Netanyahu Tuding Pelaku Alami Radikalisasi

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 02 Okt 2026 21:40 WIB
Alasan Netanyahu Tolak Rencana Perdamaian Gaza yang Didukung Trump
Foto: Benjamin Netanyahu dok. DW (News)
Jakarta -

Pemerintah Israel mengatakan telah melakukan penyelidikan terkait upaya pembajakan maskapai Flydubai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ada harga sangat mahal yang harus ditanggung dalang pembajakan.

"Seiring berjalannya waktu, gambaran peristiwa ini menjadi semakin jelas: Pelaku telah mengalami radikalisasi Islamis. Ia berniat menjatuhkan pesawat beserta seluruh penumpang di dalamnya," ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Jumat (2/10/2026).

Netanyahu mengatakan otoritas Israel sedang menyelidiki dugaan adanya pemberi perintah di balik aksi copilot dalam membajak pesawat Flydubai. Dia berjanji Israel akan memberikan hukuman berat kepada pihak yang terbukti menjadi otak pembajakan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang menyelidiki apakah ia diperintahkan untuk melakukan hal itu, dan siapa pun yang mengirimnya harus menanggung akibat yang sangat berat," kata Netanyahu.

ADVERTISEMENT

Netanyahu tidak menyebutkan negara mana pun sebagai kemungkinan pelaku. Namun, ia menuding Iran memiliki kaitan terhadap upaya pembajakan Flydubai.

Tudingan dari Netanyahu itu sejalan dengan pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump mengaku mendengar Iran terlibat rencana membajak Flydubai. Dia menegaskan bahwa Iran akan "mendapat pukulan keras" jika terbukti terlibat.

Israel dan Amerika Serikat telah mengaitkan negara teokrasi Syiah Iran dengan berbagai serangan di seluruh dunia sejak Republik Islam tersebut berdiri pada tahun 1979.

Namun, Iran jarang dikaitkan dengan aksi pembajakan pesawat-sebuah metode yang menjadi ciri khas Al-Qaeda dalam serangan 11 September 2001 serta kelompok Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Sebelumnya, Netanyahu menyatakan bahwa pilot tersebut berasal dari Oman dan sempat membuka kemungkinan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.

Pejabat Israel dan para saksi mata menyebutkan bahwa kopilot dalam penerbangan menuju Tel Aviv pada hari Rabu (30/9) itu menikam pilot berkebangsaan India. Sang pilot kemudian mengizinkan penumpang masuk ke kokpit untuk melumpuhkan pelaku. Pesawat tersebut akhirnya melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi tanpa ada korban jiwa.

Simak Video 'Iran Sebut Netanyahu Bikin Skenario Flydubai Demi Seret AS ke Perang!':

(ygs/idn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini