Amerika Serikat (AS) telah memberikan pengecualian sanksi bagi maskapai penerbangan Iran untuk beroperasi di wilayah Irak. Sejumlah maskapai Iran kini diizinkan terbang dengan rute tujuan kota suci Najaf di Irak.
Dilansir AFP, Sabtu (3/10/2026), kebijakan ini setelah pemerintah Irak mencapai kesepakatan dengan pihak AS terkait operasional maskapan Iran ke kota Najaf pada Jumat (2/10) waktu setempat. Total akan ada 40 penerbangan maskapai Iran menuju kota Najaf tiap harinya lewat kesepakatan tersebut.
Kantor Perdana Menteri Irak mengatakan Baghdad telah mencapai "kesepakatan yang mengizinkan maskapai penerbangan Iran, kecuali Mahan Air, untuk mengoperasikan 40 penerbangan setiap hari dari dan ke Najaf. Kota tersebut diketahui merupakan tempat suci umat Muslim Syiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS mengumumkan serangkaian sanksi baru yang luas terhadap maskapai penerbangan Iran bulan lalu sebagai bagian dari upaya menekan perekonomian Teheran. Pekan lalu, bandara Najaf menangguhkan seluruh penerbangan Iran sebagai bentuk kepatuhan terhadap sanksi tersebut sehingga para pelancong harus berupaya keras mencari rute alternatif.
Beberapa hari kemudian, AS memberikan izin khusus (waiver) kepada Iraqi Airways, maskapai penerbangan nasional Irak, untuk tetap melanjutkan penerbangannya.
Sumber di bandara mengatakan bahwa pengecualian tersebut berlaku untuk perjalanan jemaah, sementara kementerian transportasi menyatakan bahwa penerbangan akan dimulai pada bulan Oktober.
Dalam pernyataannya, kantor Perdana Menteri Irak menyambut baik "respons positif pemerintah AS" dan menyatakan bahwa izin khusus baru ini akan "memperlancar pergerakan jemaah dan pelancong, khususnya mereka yang bepergian untuk tujuan pengobatan medis, kunjungan keagamaan, dan pariwisata".
Awal pekan ini, penerapan sanksi AS tampak tidak seragam. Tiongkok dan Rusia mengabaikan sanksi tersebut, sementara Turki mengizinkan Iran Air-namun tidak Mahan Air-untuk terbang ke Istanbul. Uni Emirat Arab, yang menjadi tempat tinggal bagi komunitas Iran dalam jumlah besar, menghentikan seluruh penerbangan.
Saat mengumumkan sanksi tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan akan "menghentikan operasi" maskapai penerbangan Iran dan telah mengirim utusan ke berbagai penjuru dunia untuk menekan negara-negara lain agar mengisolasi Iran.
(ygs/ygs)









































