Korut Luncurkan Lagi Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Siaga Penuh

Korut Luncurkan Lagi Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Siaga Penuh

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2026 07:01 WIB
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal induk dan kapal perusak milik militer Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah rudal balistik. Serangan itu merupakan balasan atas serangan AS ke tiga kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg.
Foto: Ilustrasi (Reuters)
Jakarta -

Militer Korea Selatan (Korsel) melaporkan adanya peluncuran rudal balistik yang dilakukan tentara Korea Utara (Korut) ke Laut Jepang. Tindakan itu membuat Korsel meningkatkan status siaga penuh.

"Militer kami mendeteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah Wonsan, Korea Utara, ke arah Laut Timur," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Seoul (JCS), dilansir AFP dan Yonhap News Agency, Sabtu (3/10/2026).

Peluncuran rudal balistik itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 pagi ini dari wilayah Wonsan, Korut. Korsel menyatakan militernya kini meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dilakukan pasukan Korut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Militer Korea Selatan telah meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan dan mempertahankan kesiapsiagaan penuh sembari berbagi informasi terkait dengan Amerika Serikat dan Jepang," demikian pernyataan JCS.

ADVERTISEMENT

Peluncuran ini menjadi yang kedua dalam 13 hari terakhir. Korut dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah Laut Jepang pada 20 September silam.

Peluncuran terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara Korea itu menyusul ledakan ranjau darat milik Korut pada 21 September di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea. Insiden tersebut menyebabkan tiga tentara Korsel terluka, dua di antaranya mengalami luka serius.

Militer Korsel menuding Korut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas ledakan ranjau tersebut dan menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap perjanjian gencatan senjata. Seoul juga menuntut permintaan maaf dari Pyongyang dan mendesak mereka untuk menghentikan pekerjaan pembentengan perbatasan.

Korea Utara membantah keterlibatannya dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (30/9) oleh Kim Yo-jong, adik dari pemimpin Kim Jong-un. Dia menuduh Seoul merekayasa temuan tersebut dan memperingatkan akan adanya pembalasan "tanpa ampun" jika pihak Selatan mengambil tindakan balasan apa pun.

(ygs/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini