Pria berinisial MT (5) ditetapkan tersangka pemerkosaan siswi SMK berusia 17 tahun di Banyumas. MT (50) warga Desa Notog, Kecamatan Patikraja yang merupakan pacar ibu korban ini langsung ditahan pihak kepolisian.
"Sudah (ditetapkan tersangka), dan sudah dilakukan penanhanan juga," kata Wakasat PPA dan PPO Polresta Banyumas, AKP Mulyo Handoko saat dimintai konfirmasi wartawan melalui pesan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Mulyo menuturkan, penahanan dilakukan setelah adanya serangkaian penyidikan. Pemeriksaan dilakukan secara intensif pada Kamis (1/10) dari siang sampai malam, terhadap korban dan sejumlah saksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyidik melakukan pemeriksaan, dan setelah selesai dilanjutkan dengan gelar perkara, kemudian penetapan tersangka," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, pria berusia 50 tahun di Banyumas dilaporkan ke polisi karena diduga menghamili seorang remaja. Korban adalah anak dari kekasihnya.
"Pelaku itu adalah kekasihnya ibunya si korban. Sudah pacaran dengan ibunya sekitar lima tahun dan sering tidur di situ, istilahnya hidup bersama satu atap meskipun belum resmi," kata kuasa hukum korban, Djoko Susanto kepada wartawan, Kamis (1/10).
Terduga pelaku itu adalah pria berinisial MT (50), warga Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas. Sedangkan korban masih berusia 17 tahun dan kini hamil delapan bulan.
Menurut Djoko, kondisi hamil itu baru diketahui setelah korban tidak lagi mengalami menstruasi pada Maret 2026. Namun, kehamilan tersebut tidak langsung diketahui oleh lingkungan sekitar karena rumah korban berada cukup jauh dari permukiman warga.
Hingga akhirnya, ketika usia kehamilan korban telah memasuki sekitar delapan bulan, warga mengetahui kondisi tersebut. Korban kemudian ditanya mengenai siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.
Djoko menuturkan dugaan kekerasan seksual itu bermula dari kedekatan pelaku dengan korban. Pelaku disebut kerap membantu korban ketika sakit, termasuk mengaku memiliki kemampuan sebagai dukun atau paranormal.
"Dia ngaku dukun, paranormal. Kadang si perempuan ini merasa sakit perut dan sebagainya, kemudian diurut. Kalau sakit dan sebagainya dia yang ngurusin, sudah seperti anak, anak tiri," jelasnya.
