Fakta-fakta Viral Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Fakta-fakta Viral Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Amir Baihaqi - detikJatim
Kamis, 02 Apr 2026 09:00 WIB
Ahmad Zaki Febiansyah
Ahmad Zaki Febiansyah (Foto: Ainur Rofiq/detikJatim)
Bojonegoro -

Ahmad Zaki Febiansyah (34), seorag guru di Bojonegoro mendadak viral di media sosial. Sebabnya, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMPN Kasiman itu datang ke sekolah dengan berlari.

Berikut deretan fakta-fakta sang guru:

1. Aksinya menyikapi imbauan efisiensi dan hemat BBM

Aksinya itu dilakukan demi efisiensi di tengah gencarnya seruan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan implementasi kebijakan ramah lingkungan bagi aparatur sipil negara (ASN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baginya, berlari adalah cara paling efektif untuk mengawinkan kewajiban dinas dengan gaya hidup sehat yang selama ini telah dia ajarkan di kelas kepada murid-muridnya.

2. Ingin berikan contoh ke muridnya

ADVERTISEMENT

Zaki menekankan, motivasinya berangkat kerja tanpa kendaraan bermotor adalah untuk memberikan contoh konkret mengenai disiplin kesehatan di tengah rutinitas profesional yang padat.

"Beda dengan lainnya bersepeda, saya berfikir lari juga satu olahraga yang bisa saya lakukan ketika berangkat kerja serta memberikan contoh yang baik soal menjaga kesehatan," ujar Zaki, Kamis (2/4/2026).

3. Jarak lari 4 km ditempuh hanya 15 menit

Kecepatan dan stamina Zaki pun terbilang impresif. Jarak tempuh sekitar 4 km dari kediamannya menuju sekolah hanya ditempuh 15 menit 40 detik dengan berlari.

"Jarak yang saya tempuh sekitar 4 km sampai sekolahan dengan waktu 15 menit 40 detik, rumah sampai ke sekolahan," jelas Zaki.

4. Aksinya mulai diikuti guru lain

Aksi inspiratif ini ternyata mulai memicu efek positif di lingkungan kerjanya. Semangat efisiensi dan kebugaran yang ditularkan Zaki mulai menarik minat rekan sejawat lainnya.

Zaki mengungkapkan, pada hari Senin mendatang, dirinya tidak lagi akan berlari sendiri, melainkan akan ditemani oleh guru Bimbingan Konseling (BK) yang turut tergerak untuk mengubah pola transportasi mereka menjadi lebih aktif.

Zaki berharap pesan pentingnya menjaga kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan, dapat diadopsi secara luas oleh pegawai lainnya. Ia membuktikan, keterbatasan BBM bisa disikapi dengan transformasi gaya hidup yang jauh lebih bertenaga dan sehat.

"Semoga dengan ini bisa menjadi hal positif untuk pegawai-pegawai lainnya. Besok senin saya juga mau lari lagi sama temen guru Bimbingan Konseling (BK)," pungkas Zaki.

5. Lari tak bisa dilakukan seketika

Meski demikian, Zaki memberi saran kepada yang ingin mengikutinya. Ia menyebut berlari tidak bisa mendadak dilakukan namun juga harus dibiasakan dan terlatih.

"Setiap hari latihan lari. Nggak bisa lari itu langsung dadakan. Harus latihan pelan-pelan durasi ditambah," imbuh Zaki.

6. Mantan atlet pelari nasional

Zaki sendiri diketahui memiliki latar belakang sebagai atlet lari maraton tingkat nasional. Kariernya di dunia atletik telah dimulai sejak 2006.

Berawal dari nomor lari jarak menengah, Zaki konsisten menorehkan prestasi di berbagai ajang, mulai dari Jateng Open, Popnas, hingga Pekan Olahraga Provinsi di Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Ia juga aktif mengikuti kejuaraan tarkam nasional serta lomba maraton 5K di Gayam.

"Iya saya memang suka lari mulai 2006, alhamdulillah juga sudah ikut di beberapa turnamen kejuaraan baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional," tandas Zaki.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads