Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Meningkat, Penjualan Mobil Listrik di IIMS 2026 Tembus 36 Persen

Kompas.com - 01/03/2026, 07:41 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) yang berlangsung 5-15 Februari 2026 lalu mencatat lonjakan signifikan penjualan kendaraan listrik.

Dari total transaksi Rp 8,7 triliun selama pameran, kontribusi mobil listrik mencapai 36 persen, angka yang jauh melampaui pangsa pasar mobil listrik nasional sepanjang 2025.

Project Manager Dyandra Promosindo, Rudi MF, memaparkan bahwa komposisi transaksi tahun ini masih didominasi mobil.

Baca juga: Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Dinilai Tak Adil

BYD Atto 1 di IIMS 2026Dok. BYD BYD Atto 1 di IIMS 2026

“Dari 8,7 triliun itu, komposisinya mirip tahun lalu. 14 persen itu motor, sisanya mobil. Jadi tetap dominan mobil, di atas 80 persen,” ujar Rudi, kepada Kompas.com (28/2/2026).

“Industri pendukung atau aftermarket juga masuk di situ, tapi angkanya enggak besar walaupun naik secara rupiah sekitar 3 persen dibanding tahun lalu,” kata dia.

Secara nominal, total transaksi IIMS 2026 naik sekitar Rp 700 miliar dibanding tahun sebelumnya. Angka Rp 8,7 triliun tersebut bahkan belum termasuk transaksi dari segmen boating (perahu/kapal).

Baca juga: Yamaha TMAX Laris: 50 Unit Skuter Premium Rp 455 Juta Ludes

Changan Lumin ElectroRushFoto: Changan Changan Lumin ElectroRush

Segmen ini diklaim mampu menyumbang lebih dari Rp 500 miliar saat bergulir, meski rekap resminya baru tersedia dua pekan setelah pameran berakhir.

Rudi menambahkan, mayoritas pembeli pada pameran kemarin berasal dari segmen ritel, sejalan dengan karakter pameran yang berorientasi business-to-consumer (B2C).

Momentum jelang Lebaran juga menjadi faktor pendorong, karena banyak konsumen membeli kendaraan untuk kebutuhan mudik.

Baca juga: BYD Denza Z9 GT: Mobil Listrik Jarak Tempuh Terpanjang Dunia 1.036 Km

 iCAR V23 dengan approach angle 43° dan departure angle 41°, memastikan kemampuan dalam melintasi berbagai medan menantang dengan penuh percaya diri iCar iCAR V23 dengan approach angle 43° dan departure angle 41°, memastikan kemampuan dalam melintasi berbagai medan menantang dengan penuh percaya diri

Menariknya, dari total transaksi mobil yang mencapai lebih dari 80 persen nilai pameran, porsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mencapai 36 persen.

“Dari total transaksi mobil yang 80 persen dari 8,7 triliun itu, komposisinya 36 persen adalah EV (kendaraan listrik). Tahun lalu juga di angka 30-an persen. Di pameran Jakarta serapannya 36 persen, padahal kalau di market secara nasional mungkin paling 12 persen,” ucap Rudi.

“Empat organizer dari luar negeri juga cek, seperti Thailand Motor Expo, mereka bilang di sana fenomena EV lebih luar biasa, penjualannya sudah di atas 40 persen karena infrastruktur mungkin sudah jadi,” ujarnya.

Baca juga: Mitsubishi Mengaku Tak Dihubungi Agrinas, Padahal Punya L300

Suasana pameran IIMS 2026KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Suasana pameran IIMS 2026

Artinya, nilai transaksi mobil listrik di IIMS 2026 kurang lebih sekitar Rp 2,5 triliun. Lonjakan kontribusi EV di IIMS 2026 menegaskan bahwa pameran otomotif menjadi katalis penting adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Antusiasme konsumen di ajang ini menunjukkan bahwa minat terhadap mobil listrik sebenarnya cukup kuat.

Tinggal menunggu kesiapan infrastruktur dan ekosistem agar penetrasinya di pasar nasional bisa menyamai, bahkan melampaui, capaian di pameran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau