Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Kompas.com, 16 Januari 2021, 22:48 WIB
Andi Hartik,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Selain mengeluarkan awan panas guguran, Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengeluarkan guguran lava, Sabtu (16/1/2021) pukul 17:24 WIB.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani mengatakan, guguran lava meluncur sejauh 500 hingga 1.000 meter ke arah Curah Kobokan, Kabupaten Lumajang.

Sedangkan, awan panas guguran meluncur sejauh sekitar 4 kilometer ke arah yang sama.

Baca juga: BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

"Pada tanggal 16 Januari 2021 pukul 17.24 WIB kembali terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan," kata Nia melalui keterangan tertulis, Sabtu, malam.

"Aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500 hingga 1.000 meter dari Kawah Jongring Seloko kearah Besuk Kobokan," lanjutnya. 

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, PVMBG: Masih Waspada

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan visual, instrumental dan bahayanya, Gunung Semeru masih berstatus waspada.

"Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada level II waspada," jelasnya.

Warga dilarang beraktivitas di radius 1 Km

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati mengatakan, pada status level II waspada, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah Gunung Semeru dan jarak 4 kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer

"Selain itu, masyarakat diminta agar selalu mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru," katanya.

Diketahui, Gunung Semeru, Jawa Timur mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh sekitar 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang pada Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 17.24 WIB.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN adalah Kompas.com Artificial Intelligence yang akan membantu Kamu memahami berita dengan lebih cepat dan jelas.
KARIN
BETA
Kompas.com Artificial Intelligence
Hai, Saya KARIN
Kamu bisa bertanya tentang berita atau isu terkini yang ingin kamu pahami lebih jelas.
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Gabung membership
Rp39.000/bulan atau Rp199.000/tahun
Beri umpan balik
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Gabung membership
Rp39.000/bulan atau Rp199.000/tahun


Terkini Lainnya
4 Tahun Kanjuruhan, Tragedi yang Dipaksa Usai
4 Tahun Kanjuruhan, Tragedi yang Dipaksa Usai
Regional
Misi Para Penyelam untuk Kapal Virgo Transport 8
Misi Para Penyelam untuk Kapal Virgo Transport 8
Regional
Ekonomi Kota Bandung di Umur 216 Tahun
Ekonomi Kota Bandung di Umur 216 Tahun
Regional
Jangan Main-main dengan Gambut Saat Kemarau
Jangan Main-main dengan Gambut Saat Kemarau
Regional
Pembangunan Desa di Antara Siklus Politik
Pembangunan Desa di Antara Siklus Politik
Regional
Kasus Sekda Lampung Tengah: Matinya Meritokrasi
Kasus Sekda Lampung Tengah: Matinya Meritokrasi
Regional
Rote Ndao: Melihat Indonesia dari Ujung Selatan
Rote Ndao: Melihat Indonesia dari Ujung Selatan
Regional
Predator Seksual Bebas dalam Senyap: Hak Korban yang Terabaikan
Predator Seksual Bebas dalam Senyap: Hak Korban yang Terabaikan
Regional
Melindungi Warga Sipil di Tengah Konflik Papua
Melindungi Warga Sipil di Tengah Konflik Papua
Regional
Belajar dari Parkir Digital Surabaya
Belajar dari Parkir Digital Surabaya
Regional
Batak: Tanah yang Ditinggalkan, Identitas yang Dibawa
Batak: Tanah yang Ditinggalkan, Identitas yang Dibawa
Regional
Semarang Perlahan Tenggelam, Mampukah Pajak Air Tanah Jadi Penyelamat?
Semarang Perlahan Tenggelam, Mampukah Pajak Air Tanah Jadi Penyelamat?
Regional
Harga Pembiaran
Harga Pembiaran
Regional
Mahalnya Harga untuk Sekadar Menghirup Udara Bersih
Mahalnya Harga untuk Sekadar Menghirup Udara Bersih
Regional
BRIN Ungkap Kapan Waktu Terbaik Semprot Water Mist di Jakarta
BRIN Ungkap Kapan Waktu Terbaik Semprot Water Mist di Jakarta
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang
Arsip premium dapat diakses secara terbatas melalui aplikasi KOMPAS.com.
Gabung Premium KOMPAS.com PLUS untuk akses arsip tanpa batas serta berbagai benefit premium lainnya.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat