Kericuhan Saat Hari Buruh di Tamansari Bandung Mereda, Jalan Kembali Dibuka

Arus lalu lintas di kawasan Cikapayang–Tamansari, Kota Bandung, kembali normal setelah kericuhan yang diduga dipicu massa berpakaian hitam.

Diterbitkan 01 Mei 2026, 23:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Paling sering ditanyakan
  • Apa penyebab kericuhan di Bandung saat Hari Buruh?
  • Bagaimana kondisi lalu lintas pasca kericuhan tersebut?
  • Apa tindakan kepolisian terhadap massa yang terlibat kericuhan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Bandung Arus lalu lintas di Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari, Kota Bandung, berangsung normal pasca kericuhan yang diduga disebabkan oleh sekelompok massa berpakaian hitam saat perayaan Hari Buruh Internasional.

Berdasarkan pantuan di lokasi, Jumat (1/5/2026) malam, jalan yang sempat ditutup sudah kembali dibuka dan dapat dilintasi kendaraan. Tak terlihat lagi adanya massa berpakaian hitam.

Meski berangsung normal dan jalanan dibuka, terlihat juga sejumlah polisi yang masih berjaga di simpang Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari. 

"Alhamdulillah sampai saat ini kondisinya positif," kata Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, saat ditemui di Jalan Aria Jipang, Kota Bandung, Jumat (1/5/2026).

Dia mengungkapkan, massa tersebut memang bertujuan untuk berbuat ricuh dan tak ada niat menyampaikan aspirasi dalam rangka memperingati Hari Buruh.

"Ini adalah perbuatan kriminal dan kami berkewajiban melindungi masyarakat. Masyarakat Bandung ini harus dilindungi oleh kami, kami hadir, negara hadir," jelas Rudi.

Bandung Ricuh: Gerombolan Pakaian Hitam Ditangkap, Bawa Molotov

Sebelumnya, kericuhan pecah di Kota Bandung saat peringatan Hari Buruh, Jumat (1/5/2026) malam. Sekelompok massa berpakaian hitam membakar ban hingga pos polisi di simpang Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari, sebelum akhirnya dibubarkan aparat kepolisian.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Setiawan menyayangkan terjadinya kericuhan tersebut. Ia menilai aksi itu berbeda dengan peringatan Hari Buruh atau May Day di wilayah lain, seperti Sumedang yang berlangsung tertib.

"Ini kelompok masyarakat yang tidak dikenal dengan pakaian hitam, tutup muka, membawa molotov, dan melakukan perusakan-perusakan fasilitas umum," tutur Rudy��kepada wartawan.

Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap massa yang terlibat kericuhan. Meski belum merinci jumlahnya, ia menyebut sejumlah orang telah diamankan.

"Ini sangat membahayakan sekali. Apa yang dilakukan oleh mereka. Maka saya mengatakan bahwa ini kelompok-kelompok kriminal," jelas dia.

"Kita mengimbau untuk mereka membubarkan diri. Dan tentunya kami mengamankan para pelaku-pelaku yang melakukan perusakan," sambungnya.

Proses Hukum

Rudy menegaskan bahwa para pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga memastikan situasi di lokasi kini telah kembali kondusif dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

"Itu suatu perbuatan tidak bidana. Dan tentunya kami akan proses sesuai hukum berlaku," Rudy menandaskan.

Sebelumnya, massa berpakaian hitam tersebut sempat mengikuti aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat dalam rangka peringatan Hari Buruh atau May Day.

Setelah massa mahasiswa membubarkan diri, kelompok tersebut bergerak ke simpang Jalan Cikapayang–Jalan Tamansari dan memicu kericuhan. Mereka sempat membakar ban hingga membakar pos polisi di lokasi kejadian.