Menurut Pakar, Ini Cara Decluttering Rumah yang Dipenuhi Mainan Anak

Arintha Widya - Senin, 5 Januari 2026
Decluttering saat rumah dipenuhi dengan mainan anak.
Decluttering saat rumah dipenuhi dengan mainan anak. monzenmachi

Parapuan.co - Bagi banyak orang tua, adakalanya merasa jenuh melihat sekeliling rumah yang dipenuhi dengan mainan anak. Rak buku anak di setiap sudut, boneka di sofa, mobil-mobilan di bawah meja—rumah terasa lebih mirip toko mainan daripada ruang untuk hidup keluarga.

Meski memiliki banyak mainan bisa jadi sebuah privilese, jumlah yang berlebihan justru membuat rumah berantakan dan waktu bermain anak menjadi kurang berkualitas. Kawan Puan juga mengalami hal serupa?

Untuk mencari solusi saat rumah sudah dipenuhi mainan anak, Alanna Gallo, pendiri Play. Learn. Thrive., seorang mantan guru dan ibu dari empat anak yang kini mendampingi keluarga dalam menata ulang ruang bermain anak, ia punya jalan keluarnya.

Fokus Alanna bukan sekadar merapikan rumah, melainkan menciptakan lingkungan yang mendukung kemandirian, eksplorasi, dan tumbuh kembang anak. Yuk, simak cara melakukan decluttering saat rumah jadi gudang mainan anak seperti merangkum The Every Mom di bawah ini!

Mengapa Mainan Perlu Dikurangi?

Menurut Alanna, ruang bermain memiliki peran besar dalam perkembangan anak. Cara orang tua menata ruang dan memilih mainan akan memengaruhi bagaimana anak belajar mengenali minat serta passion mereka.

Ia mengingatkan bahwa kondisi ini mirip dengan orang dewasa di ruang kerja yang penuh barang. Ketika ruangan berantakan, fokus mudah terpecah. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak. Terlalu banyak pilihan justru membuat mereka kesulitan mendalami satu aktivitas.

Secara praktis, semakin sedikit mainan, semakin sedikit pula yang harus dirapikan setiap hari. Dan ini bukan hanya menguntungkan orang tua, tetapi juga membantu anak belajar bertanggung jawab pada ruangnya sendiri.

7 Langkah Decluttering Mainan ala Alanna Gallo

Baca Juga: Pameran Ini Hadirkan Ragam Produk Mainan Anak yang Aman dan Berkualitas

Sumber: The Every Mom
Penulis:
Editor: Arintha Widya