Parapuan.co - Anak-anak dan remaja tumbuh di era ketika media sosial menjadi ruang bermain, belajar, sekaligus bersosialisasi. Namun, hubungan antara anak dan media sosial ternyata tidak sesederhana baik atau buruk.
Bagi banyak anak, media sosial bisa menjadi tempat mengekspresikan diri dan merasa terhubung. Di sisi lain, ruang digital juga membawa risiko terhadap kesehatan mental jika tidak digunakan dengan bijak.
Isu ini semakin relevan ketika pemerintah Australia memberlakukan larangan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 10 Desember dan menjadi perhatian global.
Larangan ini mewajibkan platform media sosial untuk mencegah anak di bawah 16 tahun membuat atau mengakses akun. Beberapa platform yang termasuk di dalamnya adalah Instagram, TikTok, YouTube, hingga Snapchat.
Di tengah kebijakan tersebut, sebuah studi terbaru justru menunjukkan temuan yang tidak terduga. Penelitian ini mengungkap bahwa dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak jauh lebih kompleks.
Berdasarkan laporan dari 9news.com.au, peneliti dari Universitas Adelaide menganalisis kesejahteraan lebih dari 100.000 anak Australia. Studi ini mencakup siswa kelas 4 hingga 12 selama periode tiga tahun.
Anak-anak tersebut dikelompokkan berdasarkan intensitas penggunaan media sosial setelah jam sekolah. Kategorinya adalah non-pengguna, pengguna sedang, dan pengguna dengan intensitas tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan mencolok antara anak perempuan dan laki-laki. Faktor usia dan fase perkembangan juga berperan besar dalam hasil tersebut.
Pada anak perempuan kelas 4 hingga 6, mereka yang tidak menggunakan media sosial memiliki tingkat kesejahteraan tertinggi. Namun, situasi ini berubah ketika mereka memasuki jenjang sekolah menengah.
Baca Juga: Mewaspadai Cyber Grooming yang Mengintai Anak di Media Sosial
/photo/2026/03/31/img-20260331-wa0000jpg-20260331044635.jpg)
/photo/2026/04/01/bumiputera-1jpg-20260401125034.jpg)
/photo/2026/04/01/paarapuanjpg-20260401030551.jpg)
/photo/2026/02/05/tanda-anak-ingin-melukai-dirinya-20260205012809.jpg)
/photo/2025/05/15/istock-2173876735jpg-20250515041120.jpg)
/photo/2026/03/30/veneer-gigi-lepasjpg-20260330125458.jpg)
/photo/2026/03/31/nama-bayi-laki-laki-annisa-pohan-20260331102224.jpg)
/photo/2026/03/28/nama-bayi-laki-lakijpg-20260328032240.jpg)
/photo/2021/09/25/perempuan-karierjpg-20210925040532.jpg)
/photo/2021/12/07/mengubah-patah-hati-jadi-karya-s-20211207060245.jpeg)
/photo/2026/03/31/coverspng-20260331120439.png)