KOMPAS.com - Widodo Cahyono Putro mengungkapkan pandangannya mengenai pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak merasakan adanya jarak dengan pelatih asal Belanda tersebut.
Seperti diketahui, Widodo merupakan salah satu dari delapan pelatih lokal yang menjalani wawancara dengan Kluivert untuk posisi asisten pelatih Timnas Indonesia.
PSSI sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa delapan pelatih lokal, termasuk Kurniawan Dwi Yulianto dan Bima Sakti, telah melakukan wawancara tersebut.
Pelatih berusia 54 tahun itu mengaku mendapatkan undangan dari PSSI untuk bertemu Kluivert dan berbagi pengalaman.
Baca juga: Kesan Eko Purdjianto Terhadap Patrick Kluivert: Humble dan Aura Khas Eropa
Dia juga menyebut bahwa Kluivert beserta asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat, sudah mengetahui latar belakangnya sebagai mantan pelatih Bali United.
Widodo merasa bahwa kecil kemungkinan dirinya akan mengisi pos asisten pelatih timnas Indonesia.
Menurutnya, posisi itu bisa diberikan untuk para pelatih muda. Sebab, Widodo sudah pernah merasakan menjadi asisten pelatih timnas Indonesia di era kepelatihan Alfred Riedl pada 2010 lalu.
“Jika nanti diundang menjadi asisten, rasanya tidak,” ujar Widodo Cahyono Putro saat dihubungi awak media, Sabtu (15/3/2025).
“Pertama, saya masih melatih sebagai pelatih kepala Persijap Jepara. Untuk posisi asisten, sebaiknya diberikan kepada yang lebih muda. Beri mereka kesempatan,” ucapnya.
Baca juga: Uston Nawawi Ungkap Pengalaman Wawancara dengan Patrick Kluivert dan Tim
Selain membahas pengalaman terkait Timnas Indonesia dan Liga 1, Widodo juga memberikan kesan tentang Patrick Kluivert dan para asistennya.
Ia mengungkapkan bahwa Kluivert dan Alex Pastoor adalah sosok pelatih yang rendah hati dan ramah.
Widodo bahkan tidak menyangka mereka memiliki sikap yang sangat bersahabat.
"Ya orangnya semua humble, orangnya ramah gitu," ungkapnya.
Widodo merasa tidak ada batasan dalam berdiskusi karena keduanya sama-sama pelatih.