Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ange Postecoglou: Tottenham Hotspur Bukanlah Klub Besar

Kompas.com, 12 Februari 2026, 21:40 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

Sumber BBC Sport

KOMPAS.com - Ange Postecoglou kembali mengkritik mantan klub asuhannya, Tottenham Hotspur, tak lama usai Spurs memecat Thomas Frank.

Dalam podcast The Overlap’s Stick to Football, mantan pelatih Tottenham itu menyinggung kebijakan transfer klub.

Thomas Frank diberhentikan saat Spurs berada lima poin di atas zona degradasi Liga Inggris 2025-2026. Ia sebelumnya menggantikan Postecoglou pada musim panas lalu.

Pelatih asal Australia tersebut memuji fasilitas klub, namun menilai ada keterbatasan dalam perekrutan pemain.

"Jika Anda melihat pengeluaran mereka dan khususnya struktur gaji mereka, mereka bukanlah klub besar," katanya, dilansir dari laporan BBC Sport, Kamis (12/2/2026).

"Saya melihat itu karena, ketika kami mencoba merekrut pemain, kami tidak berada di pasar untuk pemain-pemain tersebut."

Postecoglou menyebut beberapa target transfer seperti Pedro Neto, Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, dan Marc Guehi tidak dapat direkrut.

Para pemain itu kemudian bergabung dengan klub lain dengan nilai transfer tinggi.

Baca juga: Sehari Usai Spurs Pecat Thomas Frank, Nottingham Susul Depak Sean Dyche

Rekam Jejak Spurs dalam Beberapa Musim Terakhir

Cristian Romero (kiri) menyundul bola ke arah Erling Haaland (kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Tottenham Hotspur vs Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 1 Februari 2026. (Foto oleh Ben STANSALL / AFP) AFP/ STANSALL Cristian Romero (kiri) menyundul bola ke arah Erling Haaland (kanan) dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Tottenham Hotspur vs Manchester City di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 1 Februari 2026. (Foto oleh Ben STANSALL / AFP)

Ange Postecoglou membawa Spurs finis di posisi kelima pada musim pertamanya.

Pada musim berikutnya, tim berada di posisi ke-17 dan ia tidak lagi melanjutkan tugasnya. Meski demikian, ia sempat mengantar klub meraih gelar Liga Europa 2025.

"Saya pikir mereka tidak menyadari bahwa, untuk benar-benar menang, Anda harus mengambil beberapa risiko," katanya.

Baca juga: Liverpool dan Spurs Bersaing Rekrut Mason Greenwood, MU Bisa Untung

"Saya merasa Tottenham sebagai klub mengatakan, 'kami adalah salah satu tim besar', dan kenyataannya saya rasa mereka bukan."

Sejak 2019, Spurs telah berganti pelatih beberapa kali. Jose Mourinho, Nuno Espirito Santo, Antonio Conte, Postecoglou, hingga Thomas Frank pernah menempati posisi tersebut.

Ange Ungkap Masalah Internal Klub

Postecoglou juga menyinggung kondisi internal klub. Ia menyebut adanya perubahan besar dalam manajemen, termasuk kepergian Daniel Levy dari posisi ketua eksekutif.

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar 23 Negara Lolos Piala Asia 2027: Thailand Susul Timnas Indonesia
Daftar 23 Negara Lolos Piala Asia 2027: Thailand Susul Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Panaskan Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Rekrut Irina Voronkova
Panaskan Final Four Proliga 2026, Jakarta Pertamina Rekrut Irina Voronkova
Sports
Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026 Diwarnai Drama Donnarumma
Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026 Diwarnai Drama Donnarumma
Internasional
Skenario Alwi dan Ubed Sumbang Medali BAC 2026 versi Indra Wijaya
Skenario Alwi dan Ubed Sumbang Medali BAC 2026 versi Indra Wijaya
Badminton
MotoGP Amerika 2026: Luca Marini Soroti Masalah Starter dan Fairing Baru Honda
MotoGP Amerika 2026: Luca Marini Soroti Masalah Starter dan Fairing Baru Honda
Motogp
Kontras dengan Guti Hernandez, Fermin Lopez Akui Telat Sadari Bakatnya
Kontras dengan Guti Hernandez, Fermin Lopez Akui Telat Sadari Bakatnya
Liga Spanyol
Salihamidzic Sebut Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026 karena Juventus
Salihamidzic Sebut Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026 karena Juventus
Internasional
Rasa Sebal dan Senang Thom Haye Lihat Putros Bawa Irak ke Piala Dunia
Rasa Sebal dan Senang Thom Haye Lihat Putros Bawa Irak ke Piala Dunia
Internasional
Buntut Nyanyian Islamofobia di Laga Kontra Mesir, Spanyol Terancam Sanksi FIFA
Buntut Nyanyian Islamofobia di Laga Kontra Mesir, Spanyol Terancam Sanksi FIFA
Internasional
Alwi Farhan Fokus Persiapan dan Bidik Medali di BAC 2026
Alwi Farhan Fokus Persiapan dan Bidik Medali di BAC 2026
Badminton
Kiamat Ketiga Italia dan Dokumen 900 Halaman yang Terlupakan
Kiamat Ketiga Italia dan Dokumen 900 Halaman yang Terlupakan
Internasional
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau