KOMPAS.com – Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berlapis jelang pekan ke-22 Super League 2025-2026. Tim akan menjalani laga tandang melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam.
Persebaya Surabaya tidak dalam kekuatan terbaik, empat pemain kunci kemungkinan absen akibat cedera maupun sakit.
Mereka adalah Bruno Paraiba, Malik Risaldi, Gustavo Fernandes, dan penjaga gawang Ernando Ari.
Situasi ini jelas bukan kabar ideal bagi Persebaya Surabaya yang tengah berusaha bangkit usai kekalahan di kandang sendiri dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pekan lalu.
Baca juga: Persijap vs Persebaya, Bajul Ijo Bidik Berkah Ramadhan Usai Rekor Terhenti
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui kondisi tim belum sepenuhnya prima.
“Untungnya kita berangkat malam hari agar pemain bisa tidur dan lalu lintas lebih lancar,” kata pelatih asal Portugal itu.
Menjaga Energi di Tengah Ramadhan
Apalagi laga tandang kali ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Sejumlah pemain Persebaya yang beragama Islam tengah menjalankan ibadah puasa. Situasi ini membuat tim pelatih harus lebih cermat dalam mengatur ritme persiapan.
Ia berharap setelah menjalani perjalanan ke Jepara, anak asuhnya dapat memanfaatkan waktu untuk memulihkan tenaga.
Baca juga: Bernardo Tavares Soal Rekor 13 Laga Tanpa Kekalahan Persebaya Runtuh
“Pemain menikmati perjalanan dan bisa beristirahat karena ini target pertama mereka, yaitu bisa beristirahat,” imbuhnya.
Selama masa persiapan, intensitas dan durasi latihan disesuaikan dengan dirinya memastikan kondisi pemain tetap terjaga.
“Karena mereka sudah makan dan jika ingin minum, mereka bisa minum tanpa masalah. Tetapi kemarin karena kami berlatih sebelumnya, kami memperhatikan intensitas dan durasi sesi latihan karena masih di awal,” tutur Bernardo Tavares.
Tak Mau Terjebak Status Unggulan
Pada laga ini, Persebaya memang lebih diunggulkan karena jarak posisi di klasemen sementara Super League 2025-2026 cukup jauh.