Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BERITA FOTO: “Explain”, Keprihatianan Bahaya Narkoba dan Stigma ODHA

Kompas.com, 28 Juni 2022, 13:51 WIB
Kristianto Purnomo

Penulis

h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
0/0
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
h (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

KOMPAS.com - Fotografer Tjandra Moh Amin bekerjasama dengan Syair Sahabat Foundation menggelar pameran bertajuk “Explain” di Digra Coffee & Eatery, Lebak Bulus, Jakarta.

Pameran yang dibuka Sabtu (25/6/2022) lalu, menampilkan 27 karya foto potret musisi Indonesia. Sejumlah musisi antara lain Fariz RM, Boris The Flowers, Jikun RIF, Bimbim Slank, Ian Antono, dan Eet Sjahrani terpampang sebagai subjek foto pameran.

Menurut Tjandra Moh Amin, “Explain” yang berarti menjelaskan ini menjadi testimoni 27 musisi mengenai narkoba dan stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).

“Musisi ini sering kali menjadi korban stigma pengguna narkoba. Nah pameran ini bentuk kampanye melalui testimoni mereka tentang bahaya narkoba dan stigma negatif terhadap ODHA khususnya Anak-anak Dengan HIV dan AIDS,” kata Tjandra.

Baca juga: Rich Brian Buka Pameran The Sailor Experience di Jakarta

Tjandra menambahkan ide pameran ini berangkat dari keprihatinan melihat semakin banyak anak-anak muda menggunakan narkoba dan stigma negatif pada ODHA khususnya anak-anak.

“Banyak anak-anak yang terlahir sudah dengan HIV/AIDS. Mereka mendapat stigma negatif padahal HIV/AIDS berasal dari orang tua. Kebetulan bertemu Syair Sahabat Foundation yang mendampingi anak-anak dengan HIV/AIDS jadilah pameran ini,” tambah Tjandra.

Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).

Selain musisi seringkali lekat dengan stigma negatif pengguna narkoba, pemilihan musisi sebagai subjek foto pameran dituturkan Tjandra untuk menjagkau masyarakat luas karena musisi sebagai figur publik memiliki banyak penggemar.

Harapannya pameran ini bisa mengedukasi banyak masyarakat termasuk para penggemar musisi yang bersedia terlibat dalam pameran ini.

“Awalnya gue bikin listing ada 70 orang musisi. Dari 70 orang yang menyanggupi dan mungkin dikerjakan dalam waktu 2,5 bulan ada 27 orang musisi,” ucapnya.

Menurut Tjandra pameran ini seluruhnya akan ia donasikan untuk kampanye Syair Sahabat Foundation.

 

Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).

“Semua gue modal sendiri, transport ke Bali ke tempat Robi Navicula, Jrx semua modal sendiri. Gue bilang ke mereka karena modal sendiri jadwal pemotretannya harus fix biar budget nggak bengkak,” tegas Tjandra.

“Ajak orang lain untuk cari tahu soal kesehatan nya. Karena yang menjadi korban dari HIV sebenarnya adalah ibu-ibu rumah tangga dan anak-anaknya. Selain banyak dari mereka tidak tahu dari mana virus tersebut berasal, mereka juga jadi tangga terbawah dari efek negatif narkotika jarum suntik atau seks yang beresiko,” ujar penyanyi Rebecca Soejatie Reijman pada testimoninya.

Baca juga: Ciputra Artpreneur Pameran Karya Perupa Berkebutuhan Khusus

Fariz RM musisi yang pernah dua kali mendekam di penjara akibat narkoba dalam testimoninya merasakan stigma luar biasa sebagai pengguna narkoba.

“Saya merasakan tidak mendapatkan apa-apa saat di balik jeruji tahun 2008 dan 2015. Itu membuat saya terjerumus lagi. Setelah keluar stigma melanda, nada sumbang serta hujatan berdatangan. Karunia Tuhan paling ajaib yang bisa menjawab semua permasalahan manusia. Stigma bisa dilawan dengan tetap menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan sekitar,” ujar musisi pelantun lagu Barcelona.

Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Pameran foto bertajuk ''Explain'' karya fotografer Tjandra Moh Amin digelar di Digra Coffee, Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/6/2022). Pameran ''Explain'' menampilkan 27 karya foto portrait musisi sebagai bentuk kampanye bahaya narkoba dan menepis stigma diskriminasi terhadap ODHA khususnya terhadap Anak-anak Dengan HIV dan AIDS (ADHA).

“Dukungan lingkungan dan pemerintah jauh lebih penting. Kalau perlu kita terikakkan slogan ladies prefer gentlemen without drugs,” kata I Gde Ari Astina atau akrab disapa Jrx.

Pameran yang berlangsung di Jakarta hingga 3 Juli 2022 mendatang, rencananya akan digelar di sejumlah kota salah satunya Yogyakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau