Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Akbar Pitopang
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Akbar Pitopang adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan

Kompas.com, 11 Januari 2026, 18:30 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apakah program Makanan Bergizi Gratis benar-benar sudah menjawab kebutuhan siswa dan guru di sekolah, atau masih menyisakan pekerjaan rumah dalam hal pelaksanaan dan keberlanjutan di lapangan?

Setelah dua pekan absen dari rutinitas sekolah, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali hadir pada hari pertama pembelajaran Semester Genap, 8 Januari 2025.

Kehadirannya sempat terasa hilang, terutama bagi siswa yang menjadikan MBG sebagai tambahan energi untuk memulai hari belajar mereka.

Di sekolah kami, antusiasme siswa cukup terasa. Sejak pagi, sebagian sudah menantikan paket MBG.

Ada yang membuka bekalnya bersama teman sebangku, ada pula yang menyantapnya sambil berbincang ringan. Suasana ini menjadi pemandangan yang menyenangkan setelah masa libur panjang.

Namun hari itu rupanya menghadirkan kejutan lain. Bukan hanya siswa yang menerima MBG, para guru pun mendapati paket serupa sudah tersaji di meja masing-masing.Tanpa pemberitahuan sebelumnya, tanpa penjelasan khusus. Sekadar hadir begitu saja.

Sebuah kejutan kecil yang memunculkan senyum, saling pandang, dan tentu saja tanda tanya.

Di satu sisi, kebijakan ini terasa sebagai perhatian yang manis. Guru juga manusia yang kerap berangkat pagi-pagi, langsung mengajar, dan tak selalu sempat sarapan.

MBG bagi guru bisa menjadi tambahan energi sebelum berhadapan dengan jam-jam kelas yang panjang. Bahkan bagi sebagian guru, ini dibaca sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka di sekolah.

Namun di sisi lain, pembagian MBG kepada guru turut membuka kembali persoalan lama yang belum sepenuhnya terselesaikan: sisa makanan siswa.

Ketika MBG Juga Sampai ke Meja Guru

Tidak dapat dimungkiri, ada guru yang menyambut baik MBG ini. Setidaknya, mereka tidak perlu membeli makanan tambahan di kantin atau menahan lapar hingga jam istirahat.

Dalam konteks keseharian sekolah, hal kecil semacam ini bisa berdampak pada kenyamanan mengajar.

Meski demikian, kehadiran MBG untuk guru tidak serta-merta menutup persoalan lain yang sejak awal mengiringi program ini.

Fakta di lapangan menunjukkan tidak semua siswa menghabiskan makanan mereka. Ada yang tidak hadir, ada pula yang memilih tidak menyentuh menu tertentu.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Mudik Penuh Cerita, Kenangan Bersama Mobil Tua Keluarga
Mudik Penuh Cerita, Kenangan Bersama Mobil Tua Keluarga
Kata Netizen
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Beasiswa dan Tanggung Jawab Berkontribusi untuk Negeri
Kata Netizen
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Ketika Media Sosial Terlalu Bising bagi Pikiran Kita
Kata Netizen
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau