Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebiasaan Buruk Pengemudi Mobil Listrik Saat di Perjalanan Mudik

Kompas.com - 16/03/2026, 18:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Pengemudi mobil listrik kerap memaksakan waktu istirahat menunggu sampai baterai mulai lemah. Padahal, antara kesehatan pengemudi dan kendaraan, merupakan dua hal yang berbeda.

Dalam hal ini pengendara wajib istirahat tiap 2 jam perjalanan, sementara pengisian daya mobil listrik memang sebaiknya dilakukan bila sudah mencapai batas tertentu.

Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan pengisian daya mobil listrik sebaiknya dilakukan bila levelnya mencapai rentang 20-30 persen.

Baca juga: Bus Mudik Wajib Laik Jalan, Aksesori Tidak Standar Jadi Sorotan


“Jangan terlalu sering mengisi daya, misal masih 60 persen maka tak perlu ngecas meski pengemudi perlu istirahat di rest area,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Senin (16/3/2026).

Hal ini berkaitan dengan siklus hidup baterai, bahwa baterai memiliki siklus hidup terbatas yakni sekitar 4.000 sampai 5.000 siklus atau pengisian.

“Bila daya baterai belum optimal digunakan, atau sering dicas padahal belum lemah, maka komponen akan menjadi bakal cepat rusak,” ucap Jayan.

Baca juga: BPJT Pastikan Jalan Tol Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026

Astra Infra mempersiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh rest area sepanjang ruas Cipali dan Tangerang-Merak sebagai langkah mitigasi kemacetan di titik-titik lelah.
Astra Infra Astra Infra mempersiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh rest area sepanjang ruas Cipali dan Tangerang-Merak sebagai langkah mitigasi kemacetan di titik-titik lelah.

Sementara itu, Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan mengatakan istirahat tak pandang apa jenis mobil yang digunakan.

“Baik mobil listrik (BEV) atau pun mobil konvensional (ICE) pengendara perlu untuk beristirahat setiap 2 jam sekali, di 2 jam ke 2 wajib power nap, dan batas maksimal mengemudi dalam sehari hanya 8 jam,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Senin (16/3/2026).

Bila durasi mengemudi kemungkinan bisa lebih dari 8 jam, maka harus ada pengemudi pengganti agar perjalanan tetap lancar dan aman.

Baca juga: Sisa Baterai 30 Persen, Pengemudi Mobil Listrik Sebaiknya Segera Cari SPKLU

Sehingga, ada kemungkinan pengemudi perlu masuk rest area sekadar untuk istirahat, tak harus mengisi daya mobil listrik. 

Jangan sampai memaksakan mengemudi hingga baterai mobil listrik 30 persen, baru mencari rest area untuk istirahat. Karena patokan waktu istirahat pengemudi bukan level baterai pada mobil listrik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau