Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buntu dengan Netanyahu, Trump Lanjut Berunding dengan Iran

Kompas.com, 13 Februari 2026, 19:26 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

Penulis: Rahka Susanto/DW Indonesia

KOMPAS.com - Lapangan Azadi, Teheran, kembali menjadi panggung sejarah pada Rabu (11/2/2026). Bendera berkibar, lagu-lagu revolusi dikumandangkan, dan Presiden Masoud Pezeshkian berdiri di hadapan ribuan warga yang memperingati hari lahir republik.

Empat puluh tujuh tahun lalu, revolusi menggulingkan monarki Shah dan membuka era kepemimpinan ulama di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Namun perayaan tahun ini berlangsung dalam suasana genting. Sehari sebelumnya, ketika pemerintah menyalakan kembang api di langit Teheran, sejumlah warga justru meneriakkan slogan dari balkon apartemen mereka: "Matilah Khamenei" dan "Matilah wahai diktator".

Baca juga: Diam-diam, AS Selundupkan 6.000 Starlink ke Iran Saat Demo Berdarah

Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan teriakan itu menggema di beberapa sudut kota, meski aparat keamanan memperketat pengawasan.

Di atas panggung di Teheran, Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan tunduk pada agresi dan tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan dari Amerika Serikat (AS).

Dia kembali menegaskan bahwa program nuklir Iran bersifat damai dan siap diverifikasi. Pada saat yang sama, dia menyebut pihaknya tetap membuka dialog demi perdamaian dan ketenangan kawasan.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, Pesawat Mata-mata AS Terdeteksi Pantau Perbatasan Iran

Perang di cakrawala

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump belum menutup kemungkinan aksi militer terhadap Iran.

Usai mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama kelompok tempurnya ke Timur Tengah, dia kini mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua.

Baru-baru ini, serdadu AS dilaporkan menembak jatuh sebuah drone yang mendekati armada tempurnya, serta membantu kapal berbendera AS yang hendak dihentikan Iran di Selat Hormuz.

Di tengah atmosfer panas itu, diplomasi tetap berjalan. Jumat (6/2/2026) lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan utusan khusus AS Steve Witkoff.

Namun hingga kini belum jelas kapan putaran berikutnya akan digelar. Pejabat senior keamanan nasional Iran, Ali Larijani, menyebut hanya terjadi pertukaran pesan dan tidak ada proposal konkret dari Washington.

Baca juga: Iran Ngaku Belum Terima Proposal yang Jelas dari AS

Di Washington, Trump menyatakan pembicaraan harus terus berlanjut untuk melihat apakah kesepakatan bisa dicapai.

"Jika bisa, itu pilihan yang saya utamakan,” tulisnya di Truth Social.

Dia mengingatkan bahwa pada perundingan sebelumnya Iran memilih tidak membuat kesepakatan dan mereka "dipukul", sebuah rujukan pada serangan AS terhadap situs nuklir Iran dalam perang 12 hari Iran–Israel pada Juni lalu.

Halaman:

Terkini Lainnya
Jika Iran Buka Selat Hormuz, Apakah Krisis Energi Dunia Langsung Reda?
Jika Iran Buka Selat Hormuz, Apakah Krisis Energi Dunia Langsung Reda?
Internasional
Misteri Astronot Tiba-tiba Tak Bisa Berbicara Saat Jalankan Misi di Luar Angkasa, Penyebab Belum Diketahui
Misteri Astronot Tiba-tiba Tak Bisa Berbicara Saat Jalankan Misi di Luar Angkasa, Penyebab Belum Diketahui
Global
Kisah Pilu Wanita Indonesia Jadi 'Budak' di Australia
Kisah Pilu Wanita Indonesia Jadi "Budak" di Australia
Internasional
Macron Balas Sindir Trump soal Perang Iran, Singgung Kerugian yang Dibuat Sekutu
Macron Balas Sindir Trump soal Perang Iran, Singgung Kerugian yang Dibuat Sekutu
Internasional
AS-Israel Serang Iran, Kompleks Baja di Isfahan Jadi Sasaran
AS-Israel Serang Iran, Kompleks Baja di Isfahan Jadi Sasaran
Internasional
Benarkah Timur Tengah Berlomba Kembangkan Nuklir Imbas Perang Iran?
Benarkah Timur Tengah Berlomba Kembangkan Nuklir Imbas Perang Iran?
Internasional
Krisis Minyak Dunia Juga Pernah Terjadi 1970-an, Lebih Parah Mana Dibanding Sekarang?
Krisis Minyak Dunia Juga Pernah Terjadi 1970-an, Lebih Parah Mana Dibanding Sekarang?
Internasional
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Buntu dengan Netanyahu, Trump Lanjut Berunding dengan Iran
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat