Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Punya Bunga Deposito 8,75 Persen, Krom Bank Mengaku Transparan soal Jaminan LPS

Kompas.com, 27 Februari 2024, 16:27 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krom Bank Indonesia Tbk atau Krom Bank telah resmi meluncur sebagai bank digital di bawah Kredivo Group setelah akuisisi pada 2022.

Melalui aplikasi digitalnya, Krom Bank menawarkan deposito berjangka yang memiliki bunga hingga 8,75 persen per tahun. Bank digital ini juga menawarkan bunga 6 persen per tahun untuk tabungan utama dan tabungan lainnya.

Perlu diingat, uang yang disimpan nasabah di Krom dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Baca juga: Resmi Meluncur, Krom Bank Tawarkan Bunga Deposito 8,75 Persen

Dengan catatan, suku bunga yang diterima tidak melampaui nilai penjaminan suku bunga maksimum 4,25 persen dan jumlah simpanan yang dijamin oleh LPS. Adapun, jumlah maksimum simpanan yang dijamin oleh LPS adalah Rp 2 miliar.

Artinya, bunga deposito Krom Bank telah melampaui batas yang dijamin oleh LPS yakni di atas 4,25 persen. Dengan begitu, ketika terjadi risiko, produk deposito ini tidak dijamin LPS.

Head of Marketing PT Krom Bank Indonesia Tbk Felicia Thenardy mengatakan, pihaknya akan memberikan informasi secara transparan kepada nasabah terkait besaran bunga deposito tersebut.

Baca juga: Fokus jadi Bank Digital, Krom Bank Tunjuk Presdir Baru

"Tentunya untuk informasi ke nasabah, kami melakukannya secara transparan. Kami menginformasikan, untuk rata bunga yang dijamin oleh LPS itu adalah 4,25 persen dengan valeu tertentu, Jadi kalau ada pertanyaan dari nasabah itu akan kami jawab dengan transparan," terang dia dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Layanan Perbankan Digital Krom, Selasa (27/2/2024).

Ia menambahkan, Krom Bank juga melakukan edukasi melalui sosial media terkait dengan investasi, pengelolaan keuangan, dan berbagai jenis risiko keuangan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan menuturkan, untuk dapat bertahan dengan bunga simpanan yang tinggi pihaknya terus mendorong tingkat profitabilitas dengan menyalurkan pendanaan menjadi sebuah kredit.

Baca juga: Kasus Deposito Nyangkut, OJK Minta Bank Victoria Syariah Lakukan Ini

"Kami tahun untuk memberikan interest rate yang sedemikian tinggi, kami harus mengembangkan bisnis dan mencari bisnis yang tepat untuk kami," ujar dia.

Untuk itu, Anton bilang ke depan pihaknya akan terus mengembangkan bisnis yang sesuai dengan besaran bunga simpanan yang diberikan kepada nasabah.

"Jadi kalau misalnya Anda bandingkan, tentu saja interest rate yang bisa kita dapatkan sebagai pendapatan dari loan, seharusnya bisa lebih tinggi dari angka itu," tandas dia.

Baca juga: Berminat Investasi Deposito? Ini Keuntungannya

Sebagai catatan, Krom Bank memberikan bunga 8,75 persen untuk deposito di atas Rp 5 juta dengan jangka waktu 6 bulan.

Adapun, simpanan minimal Rp 100.000 hingga Rp 5 juta mendapatkan bunga 8 persen dalam periode yang sama.

Krom Bank memiliki tenor mulai 14 hari hingga 180 hai untuk produk deposito ini.

Baca juga: Masih Menarikkah Imbal Hasil Investasi di Deposito BPR?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau