Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Kirim USS George HW Bush, Total 3 Kapal Induk Nuklir Kepung Timur Tengah

Kompas.com, 1 April 2026, 06:21 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) kembali memperkuat militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk ketiga.

Kapal induk yang dikirim tersebut merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz, USS George HW Bush, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Selasa (31/3/2026).

Kapal induk ini beserta gugus tempurnya dijadwalkan bergabung dengan dua kapal induk lainnya yang sudah berada di kawasan tersebut, yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford.

Baca juga: Nasib Kapal Induk Terbesar AS Terungkap Usai Kebakaran, Kini di Kroasia

Menurut keterangan sejumlah pejabat AS, kehadiran kapal-kapal induk bertenaga nuklir ini menandakan peningkatan kekuatan armada laut Amerika secara signifikan.

"AS kemungkinan akan menempatkan tiga kapal induk di kawasan tersebut untuk masa mendatang," ujar pejabat tersebut.

Meski demikian, pihak Angkatan Laut AS memilih untuk tetap berhati-hati dan menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait strategi militer mereka. 

Berdasarkan siaran pers Angkatan Laut AS, USS George HW Bush telah bertolak dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk di Virginia pada hari Selasa waktu setempat. 

Diperkirakan, kapal induk ini membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mencapai perairan Timur Tengah.

Saat ini, kekuatan laut AS di kawasan tersebut terbagi di beberapa titik. USS Abraham Lincoln dilaporkan tengah beroperasi di Laut Arab. 

Sementara itu, USS Gerald R Ford saat ini berada di pelabuhan Kroasia untuk menjalani perbaikan teknis.

Baca juga: Trump Ejek Kapal Induk Inggris sebagai Mainan, Dianggap Telat Bantu AS Lawan Iran

Pasukan elite AS dikerahkan

Menurut laporan New York Times, Minggu (29/3/2026), dua pejabat militer AS mengatakan bahwa beberapa ratus personel pasukan operasi khusus, termasuk Navy SEALs dan Army Rangers, telah tiba di Timur Tengah.

Mereka bergabung dengan ribuan Marinir serta pasukan lintas udara yang telah lebih dulu berada di kawasan.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut pasukan komando itu belum diberi tugas khusus.

Namun, sebagai pasukan darat terlatih, mereka dapat digunakan untuk berbagai operasi strategis.

Beberapa kemungkinan misi mencakup pengamanan Selat Hormuz yang saat ini praktis tertutup akibat serangan Iran, operasi perebutan Pulau Kharg hingga misi yang menargetkan stok uranium yang diperkaya di fasilitas nuklir Isfahan.

Baca juga: Italia Setuju, Indonesia Bakal Terima Kapal Induk Hibah Giuseppe Garibaldi Tahun Ini

Petugas memandu pesawat F/A-18C Hornet di dek Kapal Induk USS George HW Bush milik US Navy di Teluk Persia, Minggu (10/8/2014).AFP PHOTO / US NAVY / Lorelei Vander Griend Petugas memandu pesawat F/A-18C Hornet di dek Kapal Induk USS George HW Bush milik US Navy di Teluk Persia, Minggu (10/8/2014).

Halaman:


Terkini Lainnya
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Internasional
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Internasional
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Internasional
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, Asalkan...
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, Asalkan...
Internasional
Krisis Energi akibat Perang Iran, Asia Berisiko Kena Dampak Terparah
Krisis Energi akibat Perang Iran, Asia Berisiko Kena Dampak Terparah
Internasional
8 Juta Warga Turun ke Jalan, Demo 'No Kings' Jadi Alarm Demokrasi di AS?
8 Juta Warga Turun ke Jalan, Demo "No Kings" Jadi Alarm Demokrasi di AS?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau