Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan

Kompas.com, 1 April 2026, 11:48 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

KOMPAS.com - Israel secara terang-terangan mengungkapkan rencananya untuk menduduki wilayah Lebanon selatan dan menghancurkan seluruh rumah di sepanjang perbatasan.

Ini menjadi indikasi paling jelas Israel untuk menduduki wilayah itu.

Menteri Pertahanan, Israel Katz mengatakan, seluruh penduduk Lebanon selatan tak diizinkan untuk kembali ke rumah mereka.

"Kembalinya lebih dari 600.000 penduduk Lebanon selatan yang mengungsi ke utara akan sepenuhnya dilarang di selatan Sungai Litani sampai keselamatan dan keamanan penduduk Israel di utara terjamin," kata Katz, dikutip dari New York Times.

Baca juga: Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon

Menurutnya, semua rumah di dekat desa-desa tersebut akan dihancurkan sesuai dengan model Rafah dan Beit Hanoun di Gaza.

Nantinya, pasukan Israel akan mempertahankan kendali atas seluruh wilayah dari perbatasan hingga Sungai Litani setelah perang berakhir.

Ini merupakan bentangan wilayah yang berjarak 20 mil dari Israel di titik terdalamnya.

Baca juga: Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, Asalkan...

Wilayah yang sebelumnya dikuasai Hizbullah

Selama beberapa dekade, Lebanon selatan dikuasai oleh Hizbullah, kelompok militan yang telah terlibat konflik berkepanjangan dengan Israel. 

Kelompok yang didukung Iran ini dibentuk setelah invasi Israel ke Lebanon pada 1982.

Tak lama setelah Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada akhir Februari, Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Teheran. 

Hal itu memicu serangan baru Israel terhadap kelompok tersebut yang mengakibatkan perintah evakuasi besar-besaran untuk sebagian besar wilayah Lebanon selatan serta pemboman yang meluas.

Para pejabat Israel mengatakan tujuan invasi darat adalah mendirikan "zona keamanan" guna mencegah wilayah di Lebanon selatan digunakan untuk menyerang Israel. 

Namun, komentar terbaru Katz telah memperdalam kekhawatiran tentang pendudukan Israel yang diperbarui di Lebanon selatan.

Baca juga: Krisis Energi akibat Perang Iran, Asia Berisiko Kena Dampak Terparah

Peringatan PBB

Asap membubung dari Universitas Negeri Lebanon (LU) dalam serangan Israel yang menewaskan dekan dan profesor kampus itu di Hadath, Ibu Kota Beirut, Kamis (12/3/2026).AFP/IBRAHIM AMRO Asap membubung dari Universitas Negeri Lebanon (LU) dalam serangan Israel yang menewaskan dekan dan profesor kampus itu di Hadath, Ibu Kota Beirut, Kamis (12/3/2026).

Menanggapi rencana itu, kepala bantuan kemanusiaan PBB, Tom Fletcher memperingatkan, Lebanon selatan dapat menjadi wilayah pendudukan lain di Timur Tengah.

Halaman:


Terkini Lainnya
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Internasional
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Internasional
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Internasional
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, asalkan...
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, asalkan...
Internasional
Krisis Energi akibat Perang Iran, Asia Berisiko Kena Dampak Terparah
Krisis Energi akibat Perang Iran, Asia Berisiko Kena Dampak Terparah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau