Penulis
KOMPAS.com - Seorang sumber keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan, tembakan Israel telah membunuh seorang prajurit perdamaian Indonesia pada akhir pekan lalu di Lebanon.
Pengakuan itu muncul ketika pasukan PBB di Lebanon sedang menyelidiki insiden tersebut.
Sebelumnya, pasukan penjaga perdamaian itu gugur pada Minggu (30/3/2026) malam ketika sebuah proyektil yang tidak diketahui asalnya meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr.
Baca juga: Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Perang, Asalkan...
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut menyatakan bahwa penyelidikan menunjukkan tembakan berasal dari tank Israel.
"Puing-puing dari peluru tank telah ditemukan di lokasi kejadian," kata sumber itu, dikutip dari AFP, Rabu (1/4/2026).
Sebelumnya, UNIFIL menyebutkan, ledakan yang tidak lain menghancurkan sebuah kendaraan penjaga perdamaian dan membunuh dua tentara Indonesia lagi.
Sumber keamanan PBB itu menuturkan, asal ledakan itu mungkin berasal dari ranjau.
Baca juga: Eskalasi Memanas, AS Terbangkan Bomber B-52 Langsung di Atas Daratan Iran
Militer Israel membantah bertanggung jawab atas insiden hari Senin itu.
"Pemeriksaan operasional komprehensif menunjukkan bahwa tidak ada alat peledak yang ditempatkan di area tersebut oleh pasukan IDF," demikian bunyi siaran pers tersebut.
"Tidak ada pasukan IDF yang hadir di area tersebut sama sekali," sambungnya.
Dalam pernyataan sebelumnya, disebutkan bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif.
Baca juga: Krisis Energi akibat Perang Iran, Asia Berisiko Kena Dampak Terparah
UNIFIL memiliki sekitar 8.200 pasukan penjaga perdamaian dan berpatroli di wilayah perbatasan selatan Lebanon.
Ini merupakan tempat Israel dan Hizbullah bertempur sejak perang meletus bulan ini ketika pasukan Israel melancarkan serangan darat.
Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat pada Selasa (31/3/2026) atas permintaan Perancis setelah kematian pasukan penjaga perdamaian.
Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noel Barrot sebelumnya menuduh Israel melakukan pelanggaran keamanan dan intimidasi terhadap kontingen UNIFIL di Naqura, tempat markas misi tersebut berada.
Barrot mengatakan, kemarahan tersebut telah disampaikan dengan sangat tegas kepada duta besar Israel di Paris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang