Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBB Konfirmasi 2 Lagi Personel UNIFIL Gugur Berasal dari Indonesia

Kompas.com, 31 Maret 2026, 07:28 WIB
Alinda Hardiantoro,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kepala Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyebut dua anggota pasukan penjaga perdamaian yang tewas dalam ledakan di Lebanon selatan adalah warga negara Indonesia.

Sebagaimana dilansir Reuters, ia menyampaikan keterangan itu saat diwawancarai wartawan pada Senin (30/3/2026).

Sebelumnya, Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) telah mengonfirmasi kabar dua orang prajurit yang tewas akibat serangan di negara tersebut.

Melalui media sosialnya, UNIFIL pada Senin menyampaikan bahwa dua orang prajurit meninggal dunia setelah terjadinya ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di dekat desa Bani Hayyan di Lebanon selatan.

Dua korban tewas merupakan pasukan perdamaian yang berasal dari Indonesia. Sementara satu penjaga perdamaian mengalami luka parah dan satunya lagi mengalami luka ringan.

Peristiwa ini menjadi insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir, menurut UNIFIL. Mereka mengutuk keras serangan tersebut.

“Kami menegaskan kembali bahwa tidak seorang pun seharusnya meninggal dunia demi menjaga perdamaian,” kata UNIFIL, dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, seorang penjaga perdamaian yang juga berasal dari Indonesia meninggal pada Minggu (29/3/2026) malam, ketika sebuah proyektil yang tidak diketahui asalnya meledak di Adchit Al Qusayr di Lebanon selatan.

Baca juga: BBC: 2 Lagi TNI Pasukan UNIFIL Gugur dalam Ledakan di Lebanon

UNIFIL akukan penyelidikan

Belum diketahui asal serangan proyektil yang kembali menewaskan pasukan UNIFIL asal Indonesia itu.

Saat ini, UNIFIL sedang meluncurkan penyelidikan untuk menguak penyebab ledakan.

Namun, BBC melaporkan, ledakan terjadi tak lama setelah militer Israel mengumumkan akan meningkatkan serangan darat dan udara terhadap kelompok bersenjata di Lebanon, Hizbullah.

Hizbullah yang juga didukung Iran telah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 1.200 orang telah tewas dalam serangan berkelanjutan Israel di seluruh Lebanon, sementara lebih dari 1,2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di seluruh negeri.

Laporan Obaida Hitto dari Al Jazeera dari kota Tyre menyampaikan bahwa invasi darat Israel itu telah memicu konfrontasi yang semakin intensif dan kekerasan mematikan di Lebanon selatan.

Dalam insiden lain belakangan ini, seorang tentara Lebanon tewas dalam serangan Israel terhadap pos pemeriksaan militer di selatan pada Senin (30/3/2026).

Halaman:


Terkini Lainnya
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon
Internasional
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
5 Faktor Kenapa Perang Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
Internasional
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO
Internasional
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan
Internasional
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
AS Sebut Akhir Perang Iran Sudah Terlihat, Sinyal Damai Sebentar Lagi?
Internasional
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Terang-terangan, Israel Bakal Duduki Lebanon Selatan, Pemukiman Akan Dihancurkan
Internasional
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Kebakaran Besar Landa Bandara Kuwait Usai Serangan Drone
Internasional
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Sumber Keamanan PBB Sebut Israel Pelaku Serangan Batalion Indonesia di Lebanon
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau