Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

147 Juta Orang Telah Lakukan Perjalanan di Mudik Lebaran 2026

Kompas.com, 1 April 2026, 14:10 WIB
Rahel Narda Chaterine,
Danu Damarjati

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 147 juta orang diperkirakan telah melakukan perjalanan mudik di momen Lebaran 2026 ini.

Wakil Meteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyampaikan ini berdasarkan mobile positioning data (MPD) sejak tanggal 13-29 Maret.

"Selama 17 hari jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147 juta orang. Ini lebih tinggi dari survei kita yang hanya kemarin di angka 143 lebih tinggi 2,5 persen," kata Suntana dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Wamenhub Ungkap Penumpang Pesawat dan Private Jet Meningkat Saat Mudik Lebaran 2026

Suntana bersyukur masyarakat Indonesia dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan lancar pada tahun ini.

"Capaian ini kita syukuri masyarakat Indonesia berbondong-bondong melaksanakan hari lebaran hari sosial dan bersilaturahmi dengan penuh sukacita dan berjalan dengan aman dan lancar," ucapnya.

Lebih lanjut, Suntana juga mengatakan jumlah pemudik yang naik kendaraan umum meningkat dibanding tahun 2025 lalu.

Pemudik naik angkutan umum meningkat

Jumlah pemudik yang naik angkutan umum di 2026 sebanyak 23,54 juta. Sedangkan tahun 2025 ada 21,23 juta.

"Jumlah penumpang angkutan umum pada masa Lebaran tahun ini berjumlah 23,54 juta orang. Ini mengalami kenaikan," tuturnya.

Rinciannya, penumpang yang menggunakan moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen, moda angkutan laut mengalami kenaikan sebesar 9,86 persen.

Baca juga: Angka Kecelakaan Selama Mudik Lebaran 2026 Menurun

Kemudian, moda angkutan udara mengalami kenaikan sebesar 6,97 persen, moda kereta api mengalami kenaikan 10 persen.

"Dan moda penyebrangan yang kami sangat luar biasa surprise itu naik sampai 15 persen," lanjutnya.

Kendaraan keluar Jabodetabek tercatat 2,90 juta

Selanjutnya, ia memaparkan jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek di momen mudik Lebaran ada sekitar 2,90 juta.

Menurutnya, angka ini juga meningkat karena pada 2025 lalu, ada 2,85 juta kendaraan yang keluar Jabodetabek.

"Sebanyak 2,90 juta kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.

Dia merincikan, mayoritas kendaraan dengan persentase sekitar 51,5 persen pergi menuju arah Timur atau ke Jawa Tengah, DI Yogyakarya, dan Jawa Timur.

Sebanyak 26,5 persen menuju arah Barat atau ke Banten dan Sumatera.

"Dan 22 persen menuju arah selatan Kota Bogor kota Kabupaten Bogor dan kampung halaman saya ini Sukabumi, karena memang kadang-kadang untuk wisata," lanjut dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Nasional
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Nasional
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Nasional
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Nasional
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Nasional
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Nasional
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Nasional
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Nasional
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Nasional
Mensos: Proses Ground Check 11 Juta Peserta PBI JK Sudah Capai 98 Persen
Mensos: Proses Ground Check 11 Juta Peserta PBI JK Sudah Capai 98 Persen
Nasional
Diduga Ada Propaganda dalam Kasus Amsal Sitepu, Komisi III DPR Panggil Kejari Karo dan Komjak
Diduga Ada Propaganda dalam Kasus Amsal Sitepu, Komisi III DPR Panggil Kejari Karo dan Komjak
Nasional
Prabowo Bertemu Presiden Lee, Ingin Tingkatkan Kerja Sama Indonesia-Korsel
Prabowo Bertemu Presiden Lee, Ingin Tingkatkan Kerja Sama Indonesia-Korsel
Nasional
147 Juta Orang Telah Lakukan Perjalanan di Mudik Lebaran 2026
147 Juta Orang Telah Lakukan Perjalanan di Mudik Lebaran 2026
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau