JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 147 juta orang diperkirakan telah melakukan perjalanan mudik di momen Lebaran 2026 ini.
Wakil Meteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyampaikan ini berdasarkan mobile positioning data (MPD) sejak tanggal 13-29 Maret.
"Selama 17 hari jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147 juta orang. Ini lebih tinggi dari survei kita yang hanya kemarin di angka 143 lebih tinggi 2,5 persen," kata Suntana dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Wamenhub Ungkap Penumpang Pesawat dan Private Jet Meningkat Saat Mudik Lebaran 2026
Suntana bersyukur masyarakat Indonesia dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan lancar pada tahun ini.
"Capaian ini kita syukuri masyarakat Indonesia berbondong-bondong melaksanakan hari lebaran hari sosial dan bersilaturahmi dengan penuh sukacita dan berjalan dengan aman dan lancar," ucapnya.
Lebih lanjut, Suntana juga mengatakan jumlah pemudik yang naik kendaraan umum meningkat dibanding tahun 2025 lalu.
Jumlah pemudik yang naik angkutan umum di 2026 sebanyak 23,54 juta. Sedangkan tahun 2025 ada 21,23 juta.
"Jumlah penumpang angkutan umum pada masa Lebaran tahun ini berjumlah 23,54 juta orang. Ini mengalami kenaikan," tuturnya.
Rinciannya, penumpang yang menggunakan moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen, moda angkutan laut mengalami kenaikan sebesar 9,86 persen.
Baca juga: Angka Kecelakaan Selama Mudik Lebaran 2026 Menurun
Kemudian, moda angkutan udara mengalami kenaikan sebesar 6,97 persen, moda kereta api mengalami kenaikan 10 persen.
"Dan moda penyebrangan yang kami sangat luar biasa surprise itu naik sampai 15 persen," lanjutnya.
Selanjutnya, ia memaparkan jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek di momen mudik Lebaran ada sekitar 2,90 juta.
Menurutnya, angka ini juga meningkat karena pada 2025 lalu, ada 2,85 juta kendaraan yang keluar Jabodetabek.
"Sebanyak 2,90 juta kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.
Dia merincikan, mayoritas kendaraan dengan persentase sekitar 51,5 persen pergi menuju arah Timur atau ke Jawa Tengah, DI Yogyakarya, dan Jawa Timur.
Sebanyak 26,5 persen menuju arah Barat atau ke Banten dan Sumatera.
"Dan 22 persen menuju arah selatan Kota Bogor kota Kabupaten Bogor dan kampung halaman saya ini Sukabumi, karena memang kadang-kadang untuk wisata," lanjut dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang