Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Yuan, Anak Petani yang Bisa Kuliah Gratis di UNY Berkat KIP Kuliah

Kompas.com, 29 Maret 2026, 19:01 WIB
Mahar Prastiwi

Penulis

KOMPAS.com - Bantuan KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) memang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Bantuan ini sangat bermanfaat bagi calon mahasiswa karena selain memberikan bantuan biaya kuliah, juga ada benefit lain berupa bantuan biaya hidup.

Manfaat KIP Kuliah ini juga dirasakan langsung oleh Yuan Amir. Mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (FISHIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini membuktikan bahwa tekad kuat dan kerja keras mampu mengantarkannya meraih kesempatan emas melalui program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Yuan Amir, yang kini sudah menjalani perkuliahan semester empat. Dia merupakan lulusan SMA Negeri 10 Purworejo.

Baca juga: Jadwal 9 Jalur Mandiri UNY 2026, Ada yang Tanpa Tes dan Pakai Nilai UTBK

Punya orangtua petani

Ia berasal dari keluarga sederhana dengan kedua orangtua yang bekerja sebagai petani dengan penghasilan tidak tetap. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melanjutkan pendidikan.

Keinginan Amir untuk kuliah mendapat dukungan dari guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolahnya.

Melalui arahan tersebut, ia mulai mencari informasi terkait perguruan tinggi dan program bantuan pendidikan yang dapat diakses.

Pilihannya pun jatuh pada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai tempat untuk mengembangkan potensi di bidang pariwisata.

Ilustrasi KIP Kuliah. Kartu Indonesia Pintar.Kemendikbudristek Ilustrasi KIP Kuliah. Kartu Indonesia Pintar.

Dibantu guru BK saat mendaftar KIP Kuliah

Dalam proses pendaftaran KIP Kuliah, Amir mengaku cukup terbantu dengan informasi yang jelas terkait persyaratan dan prosedur.

Dengan bimbingan guru BK serta inisiatif pribadi dalam mencari informasi secara mandiri, ia berhasil melalui seluruh tahapan seleksi hingga dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.

“Program KIP Kuliah ini sangat membantu saya untuk bisa kuliah tanpa harus membebani orangtua. Saya merasa bersyukur dan semakin termotivasi untuk belajar lebih giat serta memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkap Yuan Amir.

Sebagai anak petani, Amir tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras, ketekunan, dan kesederhanaan. Ia meyakini bahwa pendidikan merupakan jalan untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus membanggakan kedua orang tua.

Lebih lanjut, Amir juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang memiliki keterbatasan serupa agar tidak ragu melanjutkan pendidikan.

“Jangan pernah ragu untuk melangkah. Kerja keras dan doa orangtua adalah kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik” tambahnya.

Baca juga: 29 Jurusan Sepi Peminat di Undip, UNS, Unsoed, UNY, Acuan Daftar UTBK SNBT 2026

Cerita mahasiswa UNY Yuan Amir ini menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.

Melalui dukungan lingkungan, akses program pemerintah seperti KIP Kuliah, serta tekad yang kuat, kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih cerah terbuka bagi seluruh generasi muda Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau