Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Septaberlianto, Lulus Cumlaude dari UNY dengan 36 Juara Nasional-Internasional

Kompas.com, 19 Maret 2026, 09:01 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bermula dari kewajiban menjaga indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,50 selama kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Septaberlianto berujung menjadi lulusan berpredikat cumlaude pada Februari 2026.

Kewajiban tersebut merupakan keharusan bagi Septa (panggilannya) sebagai penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Bukan cuma status cumlaude, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris juga berhasil merengkuh 36 prestasi nasional maupun internasional sepanjang masa studi.

Mula-mula ia mengikuti sekitar 70 kompetisi dan ternyata berhasil merebut gelar juara sekitar setengah dari total.

Baca juga: Kisah Desy, Lulus S3 UNY IPK 4,00 dengan Predikat Summa Cumlaude

Berbagai prestasi sudah diraih

Prestasi paling membanggakan bagi Septa ialah ajang internasional Global Innovation Sprint pada Juni-Juli 2025 yang diikuti dari empat negara.

Pasalnya kala itu ia juga tengah menyelesaikan skripsi.

“Lombanya bersamaan dengan proses skripsi. Alhamdulillah saya mendapatkan satu medali emas dan satu medali perak,” tutur Septaberlianto, dikutip dari situs UNY, Kamis (19/3/2026).

Ia pun diminta menjadi pembicara sebagai Inspired Student dalam kegiatan PKKMB FBSB UNY 2025 berkat prestasi tersebut.

Mahasiswa asal Bantul, Yogyakarta ini juga aktif menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas sebagai bentuk pengabdian sekaligus pengembangan diri.

Baca juga: Dulu Ragu Bisa Kuliah, Kini Leni Jadi Mahasiswa Berprestasi UNY dengan IPK 3,99

Karena kondisi ekonomi keluarga

Kata Septa, dana KIP Kuliah yang diterimanya bukan hanya membantu meringankan pembayaran UKT, tetapi juga menunjang kebutuhan lomba, organisasi, dan akademiknya.

Ia menuturkan dahaulu mendaftar KIP Kuliah lantaran kondisi ekonomi keluarga kurang memadai.

Pendapatan ayahnya belum mencukupi untuk membiayai kuliah Septa dan sang ibu tidak bekerja sementara tanggungan keluarga cukup banyak.

“Saya mendaftar KIP Kuliah karena memang membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi keluarga saat itu belum memungkinkan jika harus membiayai kuliah secara mandiri,” ujarnya.
Septa memandang KIP Kuliah sebagai amanah.

"Itu dana dari masyarakat dan negara, jadi harus saya pertanggungjawabkan dengan prestasi dan hal-hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Universitas Negeri Yogyakarta termasuk kampus dengan jurusan S1 Administrasi Publik terbaik di Indonesia.uny.ac.id Universitas Negeri Yogyakarta termasuk kampus dengan jurusan S1 Administrasi Publik terbaik di Indonesia.

Terbiasa rajin sejak SMA

Prestasinya di masa kuliah tidak lepas dari kebiasaanya saat masih menjadi murid di SMAN 1 Srandakan.

Aktif di ekstrakurikuler jurnalistik, Septa pernah menerbitkan 20 hingga 25 karya di Koran Merapi.
Pada 2019, ia terpilih sebagai Duta Literasi Kabupaten Bantul.

Lalu ia berhasil lolos masuk ke UNY melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) kini disebut SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), sebuah capaian yang cukup membanggakan bagi sekolahnya saat itu.

Baca juga: 29 Jurusan Sepi Peminat di Undip, UNS, Unsoed, UNY, Acuan Daftar UTBK SNBT 2026

Kini, ia berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pesannya kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk memanfaatkan kesempatan dengan sungguh-sungguh.

“Pertanggungjawabkan dana yang diterima sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jangan takut mencoba peluang dan rasakan manfaat dari KIP Kuliah,” ujarnya.

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau