KOMPAS.com - Bermula dari kewajiban menjaga indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,50 selama kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Septaberlianto berujung menjadi lulusan berpredikat cumlaude pada Februari 2026.
Kewajiban tersebut merupakan keharusan bagi Septa (panggilannya) sebagai penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Bukan cuma status cumlaude, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris juga berhasil merengkuh 36 prestasi nasional maupun internasional sepanjang masa studi.
Mula-mula ia mengikuti sekitar 70 kompetisi dan ternyata berhasil merebut gelar juara sekitar setengah dari total.
Baca juga: Kisah Desy, Lulus S3 UNY IPK 4,00 dengan Predikat Summa Cumlaude
Prestasi paling membanggakan bagi Septa ialah ajang internasional Global Innovation Sprint pada Juni-Juli 2025 yang diikuti dari empat negara.
Pasalnya kala itu ia juga tengah menyelesaikan skripsi.
“Lombanya bersamaan dengan proses skripsi. Alhamdulillah saya mendapatkan satu medali emas dan satu medali perak,” tutur Septaberlianto, dikutip dari situs UNY, Kamis (19/3/2026).
Ia pun diminta menjadi pembicara sebagai Inspired Student dalam kegiatan PKKMB FBSB UNY 2025 berkat prestasi tersebut.
Mahasiswa asal Bantul, Yogyakarta ini juga aktif menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas sebagai bentuk pengabdian sekaligus pengembangan diri.
Baca juga: Dulu Ragu Bisa Kuliah, Kini Leni Jadi Mahasiswa Berprestasi UNY dengan IPK 3,99
Kata Septa, dana KIP Kuliah yang diterimanya bukan hanya membantu meringankan pembayaran UKT, tetapi juga menunjang kebutuhan lomba, organisasi, dan akademiknya.
Ia menuturkan dahaulu mendaftar KIP Kuliah lantaran kondisi ekonomi keluarga kurang memadai.
Pendapatan ayahnya belum mencukupi untuk membiayai kuliah Septa dan sang ibu tidak bekerja sementara tanggungan keluarga cukup banyak.
“Saya mendaftar KIP Kuliah karena memang membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan. Kondisi keluarga saat itu belum memungkinkan jika harus membiayai kuliah secara mandiri,” ujarnya.
Septa memandang KIP Kuliah sebagai amanah.
"Itu dana dari masyarakat dan negara, jadi harus saya pertanggungjawabkan dengan prestasi dan hal-hal yang bermanfaat,” tuturnya.
Universitas Negeri Yogyakarta termasuk kampus dengan jurusan S1 Administrasi Publik terbaik di Indonesia.Prestasinya di masa kuliah tidak lepas dari kebiasaanya saat masih menjadi murid di SMAN 1 Srandakan.
Aktif di ekstrakurikuler jurnalistik, Septa pernah menerbitkan 20 hingga 25 karya di Koran Merapi.
Pada 2019, ia terpilih sebagai Duta Literasi Kabupaten Bantul.
Lalu ia berhasil lolos masuk ke UNY melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) kini disebut SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), sebuah capaian yang cukup membanggakan bagi sekolahnya saat itu.
Baca juga: 29 Jurusan Sepi Peminat di Undip, UNS, Unsoed, UNY, Acuan Daftar UTBK SNBT 2026
Kini, ia berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Pesannya kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk memanfaatkan kesempatan dengan sungguh-sungguh.
“Pertanggungjawabkan dana yang diterima sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jangan takut mencoba peluang dan rasakan manfaat dari KIP Kuliah,” ujarnya.