Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UNS Terima 2.432 Maba di SNBP 2026, Jurusan Manajemen Paling Diminati

Kompas.com, 1 April 2026, 11:25 WIB
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima 2.432 peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 sebagai mahasiswa baru, Selasa (31/3/2026).

Maba baru UNS jalur SNBP 2026 ini terdiri atas 191 orang calon mahasiswa Program Diploma Tiga (D3), 229 orang Program Sarjana Terapan (D4), dan 2.012 orang Program Sarjana (S1).

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. menuturkan para peserta yang lolos berasal dari 185 Kabupaten/Kota.

“Calon mahasiswa UNS berasal dari beragam asal daerah di seluruh Indonesia. Hal ini memberikan kesempatan bagi UNS untuk ikut serta dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa dari berbagai wilayah di Nusantara, sekaligus memperkaya khasanah keragaman di kampus benteng Pancasila,” ujar Prof. Hartono, dikutip dari situs UNS, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: UNS Masuk Daftar Kampus Terbaik Dunia di 8 Bidang Keilmuan QS WUR 2026

Kepala Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Drs. Sutarno, M.Sc., Ph.D. menambahkan, jumlah peminat UNS tahun 2026 meningkat 3 persen dibandingkan tahun 2025.

“Jumlah peminat prodi di UNS pada jalur SNBP pada tahun 2026 sebanyak 40.042. Angka ini meningkat 3 persen dibandingkan tahun 2025 dengan peminat 38.893. Hal ini menunjukkan bahwa UNS dipercaya oleh masyarakat sebagai institusi yang mampu memberikan pendidikan yang berkualitas untuk mengantarkan putra putri bangsa meraih impiannya,” terang Prof. Sutarno.

Angka keketatan persaingan UNS di jalur SNBP 2026

Berdasarkan Angka Keketatan Persaingan (AKP), hanya 6,1 persen dari total pendaftar yang mampu lolos seleksi.

Pada beberapa prodi favorit, Angka Keketatan Persaingan atau AKP semakin ketat. Misalnya, D4 Keperawatan Anestesiologi UNS masuk prodi terketat pada jenjang sarjana terapan secara nasional dengan AKP 0,88 persen.

Pada program D3, D4, dan Sarjana pun jumlah peminatnya cukup tinggi.

Baca juga: Pusat Studi Tropical Herbal Medicine UNS Diresmikan, Dilengkapi Gedung Riset dan Uji Klinis

“Para calon mahasiswa yang diterima diharapkan segera melakukan daftar ulang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kantor SPMB UNS. Informasi lebih lanjut mengenai proses registrasi dapat diakses melalui laman resmi SPMB UNS (spmb.uns.ac.id),” ujar Prof. Sutarno lagi.

Ilustrasi siswa.canva.com Ilustrasi siswa.

10 Prodi Sarjana UNS Paling Diminati pada SNBP 2026

Berikut deretan jurusan UNS paling diminati calon mahasiswa di jalur SNBP 2026:

1. Manajemen (1.368 peminat)
2. Kedokteran (1.266 peminat)
3. Akuntansi (1.123 peminat)
4. Ilmu Hukum (1.096 peminat)
5. Farmasi (1.051 peminat)
6. Psikologi (1.033 peminat)
7. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (1.000 peminat)
8. Ilmu Komunikasi (984 peminat)
9. Informatika (934 peminat)
10. Bisnis Digital (885 peminat)

10 Prodi D3 dan D4 UNS Paling Diminati pada SNBP 2026

1. D4 Keperawatan Anestesiologi: 1.682 peminat
2. D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja: 1.121 peminat
3. D3 Farmasi: 698 peminat
4. D4 Manajemen Bisnis: 583 peminat
5. D4 Pemasaran Digital: 353 peminat
6. D3 Kebidanan: 344 peminat
7. D3 Akuntansi: 315 peminat
8. D3 Manajemen Administrasi: 309 peminat
9. D4 Perbankan dan Keuangan Digital: 305 peminat
10. D4 Teknologi Rekayasa Manufaktur: 270 peminat.

Baca juga: Cek 20 Jurusan D3, D4, S1 UNS Paling Diminati di Jalur SNBP 2026

Demikian informasi mengenai prodi paling diminati di UNS pada jalur SNBP 2026. Siswa yang belum lolos SNBP 2026, bisa mencoba mendaftar jalur UTBK SNBT 2026 yang masih dibuka hingga 7 April nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau