Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ITS Terima 1.716 Maba Jalur SNBP 2026, Teknik Pertambangan Paling Ketat

Kompas.com, 1 April 2026, 08:18 WIB
Azwa Safrina,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima 1.716 mahasiswa baru (maba) yang mendaftar lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati mengungkapkan bahwa dari 18.110 pendaftar, namun hanya 1.716 kursi mahasiswa yang berhasil lolos seleksi SNBP.

Ia menuturkan, jumlah penerimaan tersebut cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Pendaftar di ITS pada jalur SNBP tahun ini naik sebanyak 82 siswa dan penerimaannya juga naik sebesar 70 siswa,” ujar Nani, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: ITS Punya Kuota 7.160 Mahasiswa Baru, Banyak Jalur Masuk 2026 Dibuka

Ada 4 prodi ITS favorit di SNBP 2026

Adapun dari jumlah pendaftar tersebut, sebanyak 12.539 orang merupakan pendaftar ITS sebagai pilihan pertama dan 5.571 orang sebagai pilihan kedua.

Selain itu, terdapat 344 mahasiswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang lolos seleksi.

“Mahasiswa yang tidak lolos seleksi internal akan mendapatkan keringanan pada biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) maupun kesempatan beasiswa internal di ITS,” ujarnya.

Dari 57 program studi (prodi) yang ada, ada empat prodi favorit dengan pemintan tertinggi yakni:

Prodi sarjana (S1) Teknik Informatika

  1. Teknik Elektro
  2. Teknik Industri
  3. Teknik Mesin
  4. Teknik Sipil.

Sedangkan untuk S1 Teknik Pertambangan menjadi prodi dengan keketatan tertinggi di ITS.

“Prodi Teknik Pertambangan juga menjadi prodi baru yang sebelumnya baru dibuka melalui jalur Mandiri tahun lalu,” jelasnya.

Baca juga: ITS Siap Terima 7.160 Mahasiswa Baru lewat SNPMB 2026, Kelas Internasional 380 Kursi

Ilustrasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.uisi.ac.id Ilustrasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Peminat SNBP 2026 di ITS naik 23 persen

Ia mengungkapkan bahwa tingkat penerimaan kuota SNBP di tahun ini sebesar 23 persen.

Untuk para pendaftar yang belum lolos SNBP, ia menekankan agar tidak patah semangat dan tetap mencoba di jalur yang lainnya.

“Seperti bisa mencoba di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Seleksi Mandiri ITS dengan prestasi (SMITS FLAT), dan Seleksi Mandiri ITS dengan tes (SMITS ACE), serta jalur seleksi International Undergraduate Program (IUP),” terangnya.

Semenetara untuk pendaftaran jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) mulai dibuka pada 31 Maret hingga 7 April 2026 dengan kuota dari ITS sebanyak 35 persen.

Pendaftaran jalur SMITS FLAT yang berlangsung pada 21 April hingga 6 Mei, jalur SMITS ACE pada 12 Mei hingga 3 Juni 2026 memiliki kuota sebanyak 42 persen, serta jalur IUP dengan 370 kuota.

Ia menjelaskan, untuk pendaftaran jalur IUP ITS melalui Beasiswa Garuda, yang menawarkan adanya kesempatan belajar di dalam dan luar negeri, ITS membuka enam prodi dengan sepuluh program yang terafiliasi.

Baca juga: 50 Jurusan Sepi Peminat Unair, UB, Unesa, UM dan ITS buat UTBK SNBT 2026

Ia juga berpesan agar peserta yang telah diterima dapat memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik dan mengingatkan akan banyaknya kesempatan lain yang masih menunggu.

“Saya harap agar yang belum berkesempatan di jalur ini, dapat memanfaatkan jalur lain yang masih menunggu,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau