KOMPAS.com - Pusat Studi Tropical Herbal Medicine Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diresmikan.
Peresmian bertepatan dengan peringatan puncak Dies Natalis ke-50 UNS yang dilaksanakan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. mengatakan, pendirian pusat studi herbal ini merupakan dorongan dari Kemendikti saintek, Kementerian PPN/Bappenas RI, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Kita ditunjuk dan diresmikan oleh Menteri PPN/Bappenas RI untuk mengembangkan pusat pengembangan tropical health medicine,” kata Hartono, dikutip dari situs UNS, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: 29 Jurusan Sepi Peminat di Undip, UNS, Unsoed, UNY, Acuan Daftar UTBK SNBT 2026
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy hadir untuk meresmikan secara langsung.
Ia mengapresiasi kemampuan UNS dalam mengembangkan potensi tanaman obat menjadi ekstrak kapsul.
“Kita ingin UNS bukan hanya pusat herbal nasional, tetapi pelan-pelan nanti akan membangun juga untuk kawasan regional. Dan kedepannya UNS menjadi bagian pengembangan pengobatan internasional,” kata Rachmat.
Rachmat menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan dukungan lewat peralatan laboratorium dan kesempatan mengajar tentang pengembangan obat herbal.
“Tadi Menteri Pendidikan Tinggi sudah memberikan bantuan berbagai peralatan laboratorium dan memberikan kesempatan untuk mendidik. Ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga meningkatkan pengembangan sumber daya manusianya,” ujar Rachmat.
Baca juga: UNS Resmikan Pusat Studi Kepolisian, Kolaborasi dengan Polda Jateng
Rachmat juga menyoroti melimpahnya tanaman obat di Indonesia yang berpotensi menjadi pengobatan alami.
Diharapkan pusat studi ini menjadi program hilirisasi untuk pengembangan obat herbal di tingkat regional, nasional, dan internasional.
Ilustrasi kampus Universitas Sebelas Maret. 7 universitas dengan jurusan hukum terbaik di Indonesia versi THE WUR 2025.Rektor mengatakan, guna mewujudkan pusat studi herbal ini UNS akan membangun gedung riset dan uji klinis tanaman herbal.
“Kita Insyaallah akan bangun gedung untuk riset maupun untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit UNS nanti sebagai tempat uji klinis dan sebagainya,” jelas Hartono.
Rektor menekankan bahwa pengembangan tanaman herbal menjadi tanggung jawab bersama agar bermanfaat untuk masyarakat luas.
“Tidak hanya sekadar melestarikan, tetapi bagaimana mengangkat potensi itu bisa memberikan manfaat masyarakat bangsa dan negara. Paling tidak untuk sisi kesehatan dan dari sisi ekonomis,” ujar Hartono.
Baca juga: 5 Jurusan UNS dengan Daya Tampung Terbanyak di UTBK SNBT 2026
Menurut UNS, Indonesia memiliki 30.000 jenis tanaman herbal dengan 9.600 di antaranya memiliki potensi untuk digunakan sebagai obat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang