Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?

Kompas.com, 1 April 2026, 12:52 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

Sumber Eredivisie

KOMPAS.com - Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) bersama Dewan Liga Eredivisie tengah menginvestigasi status kewarganegaraan pemain Tim Nasional Indonesia di Liga Belanda terkait aturan pekerja non-Uni Eropa, sekaligus menolak tuntutan pengulangan pertandingan melalui keterangan resmi pada 24 Maret 2026.

Mengutip keterangan resmi Eredivisie, dewan liga sepak bola profesional yang terdiri atas Eredivisie, KNVB, dan Divisi Pertama telah menerima nota keberatan dari klub NAC Breda dan TOP Oss.

Jaksa sepak bola profesional sedang meninjau dimensi hukum ketenagakerjaan dan kewarganegaraan dari kasus ini.

"Sembari menunggu hasil investigasi, dewan liga tidak berniat untuk membatalkan pertandingan dari musim ini atau memerintahkan untuk diulang. Keputusan akhir akan dibuat setelah jaksa sepak bola profesional menyimpulkan investigasinya," bunyi keterangan resmi Eredivisie.

Pencoretan Pemain dari Skuad

Penyelidikan ini berawal dari protes NAC Breda terhadap partisipasi Dean James (Go Ahead Eagles) usai kalah 0-6, serta aduan TOP Oss terhadap Nathan Tjoe-A-On (Willem II) usai kalah 1-3.

Hukum negara Belanda menggugurkan paspor warga negaranya saat mereka mewakili negara lain, sehingga memaksa klub mendaftarkan pemain sebagai pekerja asing dengan syarat kepemilikan izin kerja dan standar gaji minimum 600 ribu Euro.

Situasi sengketa hukum ini membuat klub mengambil tindakan pencegahan. Klub divisi dua, FC Emmen, mencoret pemain berpaspor Indonesia, Tim Geypens, dari daftar susunan pemain pertandingan.

Manajer FC Emmen Menno van Dam mengambil keputusan tersebut guna menghindari sanksi pengurangan poin selama status hukum sang pemain belum menemukan titik terang.

Direktur Teknik FC Emmen Nico Haak menyebut Geypens menjadi korban dari ketidaktahuan sistem dan klub atas aturan tersebut.

"Kita berhadapan dengan seorang talenta berusia 20 tahun yang melihat seluruh hidupnya hancur. Ini sepenuhnya bertentangan dengan keinginannya, pengetahuannya, dan bukan kesalahannya," kata Haak mengutip FlashScoreUSA.

Pemain Timnas Indonesia Nathan Tjoe A On beraksi dalam laga Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). Bulgaria menang 1-0 atas Indonesia.KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Pemain Timnas Indonesia Nathan Tjoe A On beraksi dalam laga Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). Bulgaria menang 1-0 atas Indonesia.

Tuntutan Pemutihan

Menghadapi ancaman sanksi larangan bermain tersebut, Direktur Umum N.E.C. Wilco van Schaik mendesak KNVB mengambil langkah penerbitan keputusan pemutihan status secara menyeluruh.

Ia beralasan klub mendaftarkan pemain tanpa intensi memanipulasi regulasi, lantaran instansi pemerintah tidak pernah mengeluarkan surat teguran sebelumnya.

"Tidak ada satu pihak pun yang melakukan ini secara sadar dengan cara memanipulasi, kami semua tidak menyadarinya. Kini sebuah kotak pandora terbuka," ujar Van Schaik melalui FCUpdate.nl.

Ancaman durasi penyelidikan ini memberatkan klub lantaran kompetisi tengah memasuki fase penentuan.

Direktur Umum Go Ahead Eagles Jan Willem van Dop mengonfirmasi larangan dari KNVB membuat para pemain tidak dapat mewakili klub dalam pertandingan maupun sekadar mengikuti sesi latihan harian.

Van Dop mendesak otoritas segera memberikan kejelasan status hukum untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Ia menyoroti pengajuan prosedur percepatan penyelesaian sengketa yang memakan waktu cukup lama.

"Saya memahami prosedur percepatan sedang diajukan. Namun normalnya, prosedur percepatan sekalipun memakan waktu tiga bulan. Jadi kita harus berharap itu tidak menjadi situasi saat ini dan menanti keputusan keluar lebih cepat," tutur Van Dop.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Hasil Brasil Vs Kroasia 3-1: Manuver Vinicius Tekuk Skuad Modric
Hasil Brasil Vs Kroasia 3-1: Manuver Vinicius Tekuk Skuad Modric
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau