Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nathan Tjoe-A-On Tak Diizinkan Main dan Berlatih di Willem II Buntut Kasus Paspor

Kompas.com, 1 April 2026, 08:35 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

KOMPAS.com - Bek Timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On untuk sementara tidak dapat bermain maupun berlatih bersama klubnya, Willem II. 

Nathan Tjoe-A-On belum diizinkan beraktivitas oleh Willem II karena masalah izin kerja terkait paspor di Belanda.

Klub asal Tilburg tersebut mengonfirmasi kondisi itu setelah muncul polemik yang dikenal sebagai kasus “paspor”.

Situasi ini juga sebelumnya berdampak pada pemain lain, termasuk Dean James dari Go Ahead Eagles.

Willem II menjelaskan bahwa mereka mengikuti arahan dari pihak terkait.

"FBO (federasi nasional klub profesional, red.) memberikan saran kepada klub dan KNVB minggu lalu," tulis klub dalam pernyataan resmi, dilansir dari media Belanda, bd.nl, Selasa (31/3/2026).

"Akibatnya, kami dan pemain telah memeriksa file dengan cermat."

Baca juga: Nathan Tjoe-A-On Satu-satunya Pemain Non Kiper yang Belum Dimainkan John Herdman

Izin Kerja Nathan Masih Diproses

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Nathan belum bisa turun ke lapangan.

Masih ada beberapa proses hukum terkait izin kerja pemain non-Uni Eropa.

"Sudah jelas bahwa sejumlah langkah hukum masih diperlukan sehubungan dengan izin kerja."

"Sejalan dengan saran KNVB dan FBO, Nathan Tjoe-A-On, segera setelah dia kembali dari kewajiban internasionalnya, tidak akan dapat melakukan pekerjaan apa pun," tulis Willem II.

Pemain timnas indonesia Nathan Tjoe A On saat laga FIFA Matchday melawan Taiwan yang berakhir dengan skor 6-0 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas indonesia Nathan Tjoe A On saat laga FIFA Matchday melawan Taiwan yang berakhir dengan skor 6-0 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.

Baca juga: Buntut Status Nathan Tjoe-A-On, TOP Oss Desak KNVB Ulang Pertandingan Lawan Willem II

Willem II menyebut proses administrasi sedang berjalan. Klub berharap persoalan yang melibatkan pemain berusia 24 tahun itu segera mendapat jalan keluar.

"Proses mengatur ini dengan cara yang benar sekarang telah digerakkan. Kami berharap untuk mendapatkan kejelasan dalam jangka pendek, baik untuk Nathan maupun untuk klub."

Dengan kondisi ini, Nathan berpotensi absen dalam laga kandang melawan Jong PSV.

Protes Klub Lain dan Dampak Kasus

Sebelumnya, masalah ini juga memicu reaksi dari klub lain.

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau