KOMPAS.com - Langkah Malaysia untuk mengamankan tiket ke putaran final Piala Asia 2027 resmi terhenti setelah hasil mengecewakan di babak kualifikasi.
Skuad Harimau Malaya dipastikan tidak melaju lebih jauh setelah hanya mampu finis sebagai runner-up di klasemen akhir Grup F.
Perjalanan Malaysia dalam kompetisi ini sebenarnya sempat menjanjikan saat mereka menduduki puncak grup.
Namun situasi berubah drastis menyusul munculnya skandal pemain naturalisasi ilegal.
Akibat pelanggaran tersebut, AFC menjatuhkan sanksi berat berupa pengurangan poin yang memukul telak posisi tim nasional di tabel klasemen.
Baca juga: Masih Seret di Oxford United, Ole Romeny Justru Buka Keran Gol di Timnas Indonesia
Harapan terakhir Timnas Malaysia sirna setelah mereka dipaksa menyerah dengan skor 1-3 oleh Vietnam dalam laga penentuan.
Dengan hasil ini, peta kekuatan Asia Tenggara di Piala Asia 2027 kini diwakili oleh empat negara, yakni Timnas Indonesia, Vietnam, Singapura, dan Thailand.
Pelatih Peter Cklamovski angkat bicara mengenai kegagalan timnya.
Juru taktik asal Australia tersebut menilai para pemainnya telah berjuang sekuat tenaga di tengah kondisi yang sangat menekan selama beberapa bulan terakhir.
"Saya sangat bangga pada para pemain," kata Peter Cklamovski dikutip dari The Star, Rabu (1/4/2026).
"Karena situasi yang kami hadapi selama enam bulan terakhir atau lebih merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam dunia sepak bola."
Di samping mengevaluasi performa tim sendiri, Cklamovski juga melontarkan pujian kepada efektivitas permainan lawan.
Baca juga: Kesan John Herdman di Timnas Indonesia, Dianugerahi Jiwa-jiwa Pemimpin
Ia menyoroti kontribusi besar dari barisan pemain naturalisasi milik tim Golden Star yang menyulitkan barisan pertahanan pasukannya.
Penyerang Malaysia #26 Romel Morales merayakan gol ketiga timnya dalam pertandingan sepak bola Grup E Piala Asia 2023 antara Korea Selatan vs Malaysia di Stadion Al-Janoub di al-Wakrah, selatan Doha, pada 25 Januari 2024. (Foto oleh HECTOR RETAMAL / AFP)"Datang ke sini dan bermain seperti yang kami lakukan dalam pertandingan yang sulit, pujian untuk Vietnam."
"Mereka adalah tim yang sangat bagus. Pemain Brasil yang dinaturalisasi mereka (penyerang Rafaelson Bezerra dan Hendrio Araujo) tampil luar biasa," terangnya.
Meski mendominasi dalam beberapa momen dan menciptakan peluang matang, kegagalan dalam penyelesaian akhir menjadi faktor kunci yang harus dibayar mahal oleh timnya.
"Jika kami memanfaatkan peluang-peluang di depan gawang itu, pertandingan ini bisa saja berbeda."
"Tapi begitulah sepak bola. Saya tidak bisa mengungkapkan betapa bangga dan terinspirasi saya terhadap para pemain tim nasional," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang