KOMPAS.com - Debut pelatih John Herdman bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 langsung menghadirkan warna baru dalam permainan.
Dalam dua laga, Timnas Indonesia tampil meyakinkan saat menang 4-0 atas St. Kitts & Nevis, sebelum harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria.
Hasil tersebut memang menghadirkan dua sisi berbeda. Namun, jika ditarik lebih dalam, perubahan gaya bermain yang dibawa pelatih asal Inggris itu mulai terlihat jelas.
Skuad Garuda bermain lebih direct, lebih berani, dan mencoba memanfaatkan ruang secara cepat.
Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, melihat bahwa secara keseluruhan performa tim menunjukkan arah yang positif.
Baca juga: Masih Seret di Oxford United, Ole Romeny Justru Buka Keran Gol di Timnas Indonesia
“Kita dapat melihat dari segi permainan saya sudah cukup puas dengan apa yang ditunjukkan John Herdman," kata pengamat yang biasa disapa Rizal itu.
"Bagaimana kita tetap memiliki ide membongkar pertahanan lawan dan contohnya laga melawan Bulgaria di babak kedua dengan beberapa pergantian pemain kita mampu mengubah dimensi pertandingan dan menciptakan peluang yang berbahaya."
"Jadi dari segi respons sudah baik memang gol nya saja yang belum datang,” imbuhnya.
Salah satu catatan penting dari dua pertandingan tersebut adalah kemampuan tim dalam merespons situasi di lapangan. Saat menghadapi laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, Indonesia sempat kesulitan menembus pertahanan lawan yang rapat dan disiplin.
Namun, memasuki babak kedua, pergantian pemain yang dilakukan John Herdman mampu menghidupkan permainan. Tempo meningkat, tekanan lebih intens, dan peluang mulai tercipta.
Situasi ini menunjukkan bahwa para pemain mulai memahami pendekatan taktik yang diinginkan pelatih.
Meski belum sempurna dalam penyelesaian akhir, arah permainan sudah mulai terbaca.
Baca juga: Justin Hubner Optimistis Timnas Indonesia Naik Level di Era John Herdman
Di bawah kepemimpinan John Herdman, timnas Indonesia memperkenalkan pendekatan direct ball sebagai salah satu senjata utama.
Strategi ini menekankan pengiriman bola cepat ke lini depan untuk menembus area pertahanan lawan tanpa proses build-up yang panjang.
Pendekatan ini terbukti efektif saat menghadapi St. Kitts & Nevis, di mana sebagian besar gol tercipta dari skema serangan langsung.