Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR

Kompas.com, 1 April 2026, 14:28 WIB
Suci Rahayu,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Debut pelatih John Herdman bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 langsung menghadirkan warna baru dalam permainan.

Dalam dua laga, Timnas Indonesia tampil meyakinkan saat menang 4-0 atas St. Kitts & Nevis, sebelum harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria.

Hasil tersebut memang menghadirkan dua sisi berbeda. Namun, jika ditarik lebih dalam, perubahan gaya bermain yang dibawa pelatih asal Inggris itu mulai terlihat jelas.

Skuad Garuda bermain lebih direct, lebih berani, dan mencoba memanfaatkan ruang secara cepat.

Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, melihat bahwa secara keseluruhan performa tim menunjukkan arah yang positif.

Baca juga: Masih Seret di Oxford United, Ole Romeny Justru Buka Keran Gol di Timnas Indonesia

“Kita dapat melihat dari segi permainan saya sudah cukup puas dengan apa yang ditunjukkan John Herdman," kata pengamat yang biasa disapa Rizal itu.

"Bagaimana kita tetap memiliki ide membongkar pertahanan lawan dan contohnya laga melawan Bulgaria di babak kedua dengan beberapa pergantian pemain kita mampu mengubah dimensi pertandingan dan menciptakan peluang yang berbahaya."

"Jadi dari segi respons sudah baik memang gol nya saja yang belum datang,” imbuhnya.

Kemampuan Respons Situasi

Salah satu catatan penting dari dua pertandingan tersebut adalah kemampuan tim dalam merespons situasi di lapangan. Saat menghadapi laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, Indonesia sempat kesulitan menembus pertahanan lawan yang rapat dan disiplin.

Namun, memasuki babak kedua, pergantian pemain yang dilakukan John Herdman mampu menghidupkan permainan. Tempo meningkat, tekanan lebih intens, dan peluang mulai tercipta.

Situasi ini menunjukkan bahwa para pemain mulai memahami pendekatan taktik yang diinginkan pelatih.

Meski belum sempurna dalam penyelesaian akhir, arah permainan sudah mulai terbaca.

Baca juga: Justin Hubner Optimistis Timnas Indonesia Naik Level di Era John Herdman

Di bawah kepemimpinan John Herdman, timnas Indonesia memperkenalkan pendekatan direct ball sebagai salah satu senjata utama.

Strategi ini menekankan pengiriman bola cepat ke lini depan untuk menembus area pertahanan lawan tanpa proses build-up yang panjang.

Pendekatan ini terbukti efektif saat menghadapi St. Kitts & Nevis, di mana sebagian besar gol tercipta dari skema serangan langsung.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau