Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Justin Hubner Optimistis Timnas Indonesia Naik Level di Era John Herdman

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:57 WIB
Tim Kompas.com,
Yudha Riefwan Najib

Tim Redaksi

Sumber Antara

KOMPAS.com - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, mengungkapkan rasa optimisme yang tinggi terhadap masa depan skuad Garuda di bawah kepemimpinan John Herdman.

Justin Hubner meyakini bahwa perubahan pola pikir yang dibawa John Herdman menjadi kunci utama Timnas Indonesia meraih prestasi di masa mendatang.

Keyakinan Justin Hubner ini didasari oleh reputasi mentereng Herdman yang sebelumnya sukses mengantarkan Kanada kembali berlaga di putaran final Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun.

Menurutnya, pendekatan yang diterapkan saat ini sangat membantu para pemain untuk terus berkembang dan mencapai standar permainan yang lebih tinggi.

Hadirnya tim pelatih baru memberikan warna berbeda dalam sesi latihan maupun pertandingan.

Baca juga: Timnas Indonesia Runner Up FIFA Series, Pengamat Ulas Pelajaran dari Bulgaria

Hubner merasakan adanya dorongan besar dari tim kepelatihan agar para pemain mampu bersaing di level yang lebih kompetitif.

Hal ini menjadi modal penting setelah skuad Garuda melewati fase transisi pasca-era kepelatihan sebelumnya.

"Saya pikir pelatih sekarang punya pola pikir yang sangat berbeda. Dia benar-benar ingin mendorong kami ke level berikutnya," kata Hubner di area mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Selain fokus pada taktik, Hubner juga memuji sinergi yang dibangun oleh seluruh staf kepelatihan dalam mempersiapkan tim.

"Saya rasa kami bisa meraih hal-hal bagus bersama staf ini, karena mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik," lanjut pemain yang merumput di Liga Belanda (Eredivisie) tersebut.

Baca juga: Taktik Cair Timnas Indonesia Era John Herdman, Verdonk seperti Bunglon

Evaluasi Penampilan di FIFA Series 2026

Dalam ajang FIFA Series 2026, Indonesia melakoni dua laga uji coba melawan Saint Kitts and Nevis dan Bulgaria.

Meski Indonesia sempat meraih hasil positif di laga awal, mereka harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 pada pertandingan terakhir.

Timnas Indonesia menyapa penonton di tribun setelah pertandingan melawan Bulgaria dalam ajang Final FIFA Series 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Timnas Indonesia menyapa penonton di tribun setelah pertandingan melawan Bulgaria dalam ajang Final FIFA Series 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Bulgaria sendiri menjadi tim tersukses di ajang ini setelah sebelumnya mengandaskan Kepulauan Solomon dengan skor telak 10-2.

Walaupun menelan kekalahan, Hubner tetap memberikan apresiasi terhadap cara bermain rekan-rekannya yang dinilai lebih dominan dalam penguasaan bola.

Baca juga: Jay Idzes Nilai Positif Era Baru Timnas Indonesia: Sayang Tidak Menang

Ia merasa timnas berada di jalur yang benar untuk kembali diperhitungkan di kancah internasional.

"Tentu saja kami kalah, tapi saya pikir kami menunjukkan permainan yang sangat bagus hari ini," tegas Justin Hubner.

"Kami tampil sangat baik saat menguasai bola. Sayangnya mereka mendapat penalti dan mencetak gol, tapi saya rasa kami bisa bangga dengan tim ini," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau