Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata Justin Hubner Soal Polemik Paspor Pemain Diaspora di Liga Belanda

Kompas.com, 31 Maret 2026, 03:49 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, berbicara singkat mengenai situasi yang tengah menerpa pemain-pemain diaspora di Liga Belanda.

Hal tersebut disampaikan Justin Hubner di mixed zone usai laga Timnas Indonesia vs Bulgaria di final FIFA Series 2026 Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3/2026).

Status pemain-pemain diaspora Timnas Indonesia yang bermain di Liga Belanda menjadi sorotan usai NAC Breda mempermasalahkan Go Ahead Eagles setelah memainkan Dean James saat mengalahkan mereka 6-0.

NAC Breda melaporkan ke KNVB pada 20 Maret 2026 bahwa sang pemain diduga melanggar hukum Belanda, lantaran tidak memiliki izin untuk bekerja sebagai Warga Negara Indonesia serta tidak memenuhi persyaratan Liga Belanda sebagai pemain non Uni Eropa.

Baca juga: Timnas Indonesia Bisa Belajar Cara Bulgaria Amankan Kemenangan

Kasus James yang tengah berada di tangan KNVB dan pemerintah Belanda memunculkan ketidakpastian di kancah sepak bola Belanda.

Selain Hubner di Fortuna Sittard, di Willem II terdapat Nathan Tjoe-a-On, sementara FC Emmen mengontrak Tim Geypens.

Adapun FC Utrecht sebelumnya meminjamkan Miliano Jonathans ke Excelsior, namun pemain tersebut tengah menepi akibat cedera lutut serius.

FC Emmen telah menepikan Geypens dari laga mereka kontra SC Cambuur di kasta kedua Liga Belanda, sebagai reaksi dari kasus Dean James.

“Malam ini, Philip Søndergaard absen karena kewajiban tugas internasional. Selain itu, Tim Geypens tidak masuk dalam skuad karena ketidakpastian seputar paspor Indonesia dalam sepak bola profesional,” tulis FC Emmen via X.

Kata Hubner Soal Kasus Pemain Diaspora

Hubner berbicara singkat mengenai situasi yang menyangkut para pemain tersebut, termasuk potensi dirinya sendiri.

"Saya tak tahu. Saya tak tahu apa yang terjadi," ujarnya saat ditanya KOMPAS.com.

Ia bahkan enggan memberi jawaban saat ditanya lebih lanjut apakah dirinya bisa bermain bagi Fortuna Sittard pada akhir pekan nanti.

"Saya tak tahu," tuturnya menambahkan.

Aksi Justin Hubner saat bermain bagi Fortuna Sittard pada laga Liga Belanda 2025-2026.TANGKAPAN LAYAR Aksi Justin Hubner saat bermain bagi Fortuna Sittard pada laga Liga Belanda 2025-2026.

Hubner sendiri senantiasa menjadi starter bagi klubnya, Fortuna Sittard, sejak awal Januari ini dengan bermain 90 menit dalam delapan laga beruntun hingga laga kontra Telstar pada 8 Maret.

Setelah itu, Hubner hanya bermain tiga menit kontra Volendam.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau