Penulis
KOMPAS.com - Timnas Italia seperti mengalami kiamat ketiga setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Gattuso menangis, Buffon dilanda perih yang luar biasa.
Asa Timnas Italia untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, harus pupus.
Gennaro Gattuso melihat Timnas Italia asuhannya tersungkur di Stadion Bilino Polje, Zenica, 70 kilometer dari Ibu Kota Bosnia-Herzegovina, Sarajevo.
Timnas Italia kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia-Herzegovina dalam partai playoff Piala Dunia 2026 zona Eropa jalur A, Selasa (31/3/2026) atau Rabu dini hari WIB.
“Ada terlalu banyak kekecewaan, ini pukulan yang sangat besar, saya minta maaf karena saya tidak berhasil," tutur pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, dengan mata yang berkaca-kaca.
Baca juga: Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
"Masa depan? Sejujurnya sekarang bukan hal yang penting untuk dibicarakan."
"Ini sulit karena tim ini mengejutkan saya, atas hati yang mereka tunjukkan, tetapi kami tersingkir dari Piala Dunia, kami membutuhkannya untuk diri kami, untuk keluarga kami, untuk seluruh negara,” ucap pria yang akrab disapa Rino tersebut dilansir dari Sky Sports Italia.
Kiper timnas Italia Gianluigi Donnarumma berdebat dengan wasit setelah Alessandro Bastoni menerima kartu merah pada laga final playoff Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret 2026.Adu penalti harus digelar setelah skor Bosnia-Herzegovina vs Italia 1-1 dalam duel selama 90 menit plus 30 menit tambahan waktu.
Timnas Italia arahan Gattuso sejatinya mengawali laga dengan langkah terbaik setelah unggul via sepakan Moise Kean pada menit ke-15.
Penyerang Fiorentina itu selalu bikin gol dalam enam laga terakhir bersama Italia.
Namun, petaka untuk Italia terjadi menjelang babak pertama berakhir. Ketika, Alessandro Bastoni menerima kartu merah akibat melanggar Amar Memic.
Baca juga: Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Bosnia pun makin gencar menggempur pertahanan Italia untuk menyamakan kedudukan.
Kendati demikian, saat main dengan 10 orang di babak kedua, Gli Azzurri sejatinya memiliki sejumlah kans bagus untuk mengunci laga, salah satunya lewat tembakan Moise Kean dalam situasi satu lawan satu yang mengangkasa.
Bosnia-Herzegovina akhirnya menemukan gol penyeimbang melalui Haris Tabakovic, 11 menit jelang waktu normal berakhir, memaksimalkan tandukan Edin Dzeko yang diselamatkan Gianluigi Donnarumma.
Pertandingan pun harus memanjang sampai extra time, lalu adu penalti, lantaran skor 1-1 tak berubah setelah 120 menit duel.