Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia

Kompas.com, 1 April 2026, 10:53 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan kali ketiga usai tak berhasil lolos di tahun 2018 dan 2022.

Hasil Bosnia dan Herzegovina vs Italia ditentukan melalui adu penalti 4-1 dalam laga playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica pada Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Italia mampu mencetak gol lebih dulu melalui Moise Kean di menit ke-15 sebelum disamakan oleh Haris Tabakovic 11 menit sebelum waktu normal berakhir yang membuat Bosnia dan Herzegovina membawa laga ke babak adu penalti.

Dalam babak tos-tosan tersebut, dua penendang Timnas Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal melaksanakan tugas, sedangkan Bosnia dan Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026 usai semua penendangnya mampu menjebol gawang Gianluigi Donnarumma.

Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi sorotan tajam, sebab mereka tiga kali beruntun tak berhasil mentas di ajang empat tahunan milik FIFA ini.

Baca juga: Timnas Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia, Spinazzola Menangis

Pelatih timnas Italia, Gian Piero Ventura, menyelamati para pemainnya seusai laga uji coba kontra Uruguay di Nice, 7 Juni 2017. AFP/VALERY HACHE Pelatih timnas Italia, Gian Piero Ventura, menyelamati para pemainnya seusai laga uji coba kontra Uruguay di Nice, 7 Juni 2017.

Kisah Kegagalan Italia Lolos Piala Dunia 2018

Sebelumnya, Timnas Italia yang dilatih oleh Gian Piero Ventura gagal lolos pada Piala Dunia 2018 di Rusia usai kalah agregat dari Swedia 0-1 di babak playoff.

Kala itu Timnas Italia yang masih diperkuat oleh Gianluigi Buffon dan trio bek Juventus, Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, dan Andrea Barzagli gagal menjadi juara grup G, yang diisi pula oleh Spanyol, Albania, Israel, Makedonia Utara, dan Liechtenstein.

Italia pun hanya mampu menjadi runner-up dengan raihan 23 poin atau kalah lima poin dari Spanyol sebagai juara grup G dan harus melewati babak playoff.

Malangnya, Gli Azzurri harus kalah 0-1 dari Swedia di leg pertama yang digelar di Friends Arena, Solna pada 11 November 2017 lewat gol yang dicetak Jakob Johansson pada menit ke-61.

Sementara, pada leg kedua yang digelar di Stadion San Siro, Timnas Italia tidak mampu mencetak gol atas Swedia, sehingga gagal lolos ke Piala Dunia 2018.

Baca juga: Tandem Jay Idzes Ancam Timnas Italia Jelang Final Playoff Piala Dunia 2026

Nasib Tragis Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Nasib lebih tragis terjadi pada 2022 ketika Italia gagal lolos ke final playoff zona C Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa usai kalah dari Makedonia Utara di Stadion Renzo Barbera pada 24 Maret 2022.

Penyerang Italia Ciro Immobile menunjukkan gestur kecewa setelah timnya takluk dari Makedonia Utara pada semifinal Playoff Piala Dunia 2022 di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Jumat (25/3/2022) dini hari WIB.AFP/ALBERTO PIZZOLI Penyerang Italia Ciro Immobile menunjukkan gestur kecewa setelah timnya takluk dari Makedonia Utara pada semifinal Playoff Piala Dunia 2022 di Stadion Renzo Barbera, Palermo, Jumat (25/3/2022) dini hari WIB.

Kala itu, Timnas Italia yang berstatus juara Piala Eropa 2020 gagal lolos ke Piala Dunia 2022 usai kalah dari Makedonia Utara dengan skor tipis 0-1 lewat gol Aleksandar Trajkovski pada menit kedua tambahan waktu babak kedua.

Akibatnya, Timnas Italia yang kala itu dilatih oleh Roberto Mancini merelakan tempat di final playoff zona Eropa kepada Makedonia Utara.

Portugal kemudian menjadi tim yang lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar dari zona tersebut usai menekuk Makedonia Utara dengan skor 2-0 di babak final.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau