Penulis
KOMPAS.com - Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, langsung memberikan tanggapan setelah timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Gabriele Gravina menilai para pemain Timnas Italia sudah menunjukkan perjuangan maksimal di lapangan.
"Anda semua telah melihat pertandingan, dan tidak banyak yang perlu dikomentari. Mereka heroik," kata Gravina, dilansir dari One Football, Rabu (1/4/2026).
"Aspek teknis harus dijaga. Adapun aspek politik, saya telah menyarankan staf saya untuk mengadakan pertemuan Dewan Federal; kami akan melakukan penilaian."
Gravina juga menyoroti beberapa keputusan dalam pertandingan.
"Beberapa keputusan membuat kami bingung. Meninjau insiden tersebut, beberapa hal perlu diselidiki lebih lanjut."
Baca juga: Hasil Bosnia Vs Italia 1-1 (ap. 4-1): Azzurri Gagal ke Piala Dunia Tiga Kali Beruntun!
Kekalahan dari Bosnia and Herzegovina di final play-off Piala Dunia 2026 Eropa memperpanjang catatan kelam sepak bola Italia.
Italia gagal melaju ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, yakni mulai edisi 2018, 2022, dan 2026.
Gravina selaku presiden FIGC menjadi salah satu pihak yang pertama menjadi sasaran kritik.
Ia dituntut bertanggung jawab. Sebab, dalam periode masa jabatannya, Italia telah gagal lolos ke Piala Dunia untuk edisi 2022 dan 2026.
"Saya memahami permintaan pengunduran dirinya, tetapi kami akan melakukan penilaian bersama dengan Dewan," terang Gravina.
Terkait desakan mundur, ia belum memberi kepastian.
"Kami akan mempertimbangkannya dengan sangat teliti, karena saya tidak dapat menjawab di sini, dan pertimbangan tersebut perlu dilakukan di forum yang tepat."
"Dipercaya bahwa FIGC dapat memutuskan semuanya secara independen, tetapi masalahnya jauh lebih luas," jelasnya.
Baca juga: Kata-kata Gennaro Gattuso Usai Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026
Penyerang Bosnia-Herzegovina Haris Tabakovic (C) merayakan gol bersama rekan-rekan setim setelah mencetak gol dalam laga final kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret 2026.