Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Timnas Indonesia Runner Up FIFA Series, Pengamat Ulas Pelajaran dari Bulgaria

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:21 WIB
Suci Rahayu,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kekalahan tipis Timnas Indonesia di partai final FIFA Series 2026 tidak selalu bercerita tentang kegagalan.

Dalam sepak bola, ada momen ketika sebuah tim kalah skor, tetapi justru menemukan arah baru untuk berkembang.

Itulah yang kini dirasakan Timnas Indonesia setelah menghadapi final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam.

Gol satu-satunya dalam laga yang dihadiri 24.174 penonton tersebut lahir dari titik penalti. Sepakan Marin Petkov (38') dari titik 12 pas memastikan hasil Timnas Indonesia vs Bulgaria 0-1.

Permainan Tidak Jomplang

Pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, menilai hasil tersebut sebenarnya sudah sesuai dengan ekspektasi awal jika melihat kekuatan lawan di laga kedua FIFA Series ini.

Baca juga: Pengamat Sorot Lini Tengah Timnas Indonesia, Faktor Sial, dan Bulgaria yang Pintar

“Sudah mengira ya kalau Bulgaria ini sangat kuat dan yang jelas adalah favorit untuk meraih juara FIFA Series 2026 ini,” kata pengamat yang biasa disapa Rizal itu kepada KOMPAS.com.

“Tapi kalau segi permainan saya rasa tidak kelihatan jomplang banget antara kualitas Bulgaria dan Indonesia yang notabene lawan adalah negara dari dataran Eropa," imbuhnya.

Meski menghadapi tim asal Eropa, pemain timnas Indonesia memberikan perlawanan sengit dan laga berjalan cukup seimbang. Hanya saja yang menjadi pembeda dari laga ini adalah gol dari penalti.

"Saya rasa itu menjadi pembelajaran tersendiri dan menjadi pengingat kita kalau hal-hal kecil dapat mengubah jalannya suatu pertandingan dan itu adalah standar yang begitu tinggi apabila kita ingin menatap persepakbolaan level internasional,” katanya lagi.

Baca juga: Bung Hadi Ahay: Bukan Lagi ASEAN, Level Timnas Indonesia Itu Asia

Seperti diketahui penalti muncul akibat pelanggaran Kevin Diks terhadap Zdravko Dimitrov. Keputusan tersebut diambil setelah tinjauan VAR dan membuka jalan Bulgaria untuk unggul.

Tetapi sejak saat itu Indonesia terus berjuang dan berupaya membalikkan keadaan.

Detail Kecil Jadi Penentu

Sepanjang laga, Jay Idzes dkk sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang. Namun, efektivitas juga menjadi pembeda utama.

Sepasang peluang Timnas Indonesia masing-masin melalui Ole Romeny (72') dan Rizky Ridho (87') hanya membentur mistar gawang.

Di sisi lain, Bulgaria tampil disiplin dan mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya detail kecil dalam laga dengan level tinggi.

Bagi Rizal Pahlevi, momen tersebut menjadi pelajaran berharga bagi skuad Garuda untuk naik ke level berikutnya.

Baca juga: Pengamat Sorot Lini Tengah Timnas Indonesia, Faktor Sial, dan Bulgaria yang Pintar

Meski harus puas sebagai runner up FIFA Series 2026, hasil ini tidak sepenuhnya mengecewakan. Menurutnya, tim ini tengah berada dalam proses yang tepat.

“Jadi pembelajaran yang sangat berharga dari laga ini dan saya rasa tidak perlu malu ketika kita menjadi runner up ketika bertemu dengan lawan yang kualitasnya memang berasal dari tim yang secara langsung secara level ranking lebih tinggi dibandingkan kita," tutur Rizal Pahlevi.

"Tapi saya rasa kita memberikan perlawanan yang sangat baik dan saya rasa akan lebih berkembang setelah turnamen ini untuk menatap Piala AFF dengan hasil maksimal dan besar harap bisa memutus rangkaian spesialis runner up,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau