Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesan John Herdman di Timnas Indonesia, Dianugerahi Jiwa-jiwa Pemimpin

Kompas.com, 1 April 2026, 07:31 WIB
Adil Nursalam,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pada gelaran FIFA Series 2026 yang menjadi debut pelatih Timnas Indonesia John Herdman, ia bisa mengenal lebih karakter para pemainnya di ruang ganti.

John Herdman menilai skuad Timnas Indonesia dianugerahi pemain-pemain yang punya jiwa kepemimpinan sangat kuat.

Herdman melihat tak hanya Jay Idzes yang punya jiwa kepemimpinan tersebut, namun beberapa pemain lainnya di setiap lini.

Pelatih asal Inggris ini melihat potensi yang nyata sebagai modal awal untuk membawa Garuda terbang tinggi, muaranya adalah menuju Piala Dunia 2030.

Baca juga: Pelatih Bulgaria Bandingkan Kualitas Timnas Indonesia dengan Tim Eropa

“Saya pikir grup ini memiliki potensi besar, potensi nyata,” sebut Herdman saat menjawab pertanyaan Kompas.com di sesi konferensi pers usai laga Indonesia vs Bulgaria pada Senin (31/3/2026).

"Kami memang baru saja memulai, tapi dengan apa yang telah saya lihat, secara budaya kami memiliki beberapa pemimpin kuat, pemimpin sejati."

“Jay Idzes adalah pemain fenomenal. Lalu Kevin Diks, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Rizky Ridho, Emil Audero, mereka adalah pemain-pemain yang punya jiwa kepemimpinan yang solid, kami memiliki inti yang sangat kuat,” paparnya.

Kesan Positif

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam konferensi pers usai pertandingan Timnas Indonesia vs Bulgaria di final FIFA Series 2026 yang berakhir 0-1, Senin (30/3/2026).KOMPAS.com/Firzie A. Idris Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam konferensi pers usai pertandingan Timnas Indonesia vs Bulgaria di final FIFA Series 2026 yang berakhir 0-1, Senin (30/3/2026).

Herdman sudah punya kesan positif dari pemain-pemain pilihannya sejak ia menggelar pertemuan online via Zoom sebelum tim dikumpulkan pada FIFA Matchday Maret ini.

Ini adalah secuil proses dalam proyek dirinya membangun kekuatan inti menciptakan iklim kondusif di ruang ganti tim.

Baca juga: Justin Hubner Optimistis Timnas Indonesia Naik Level di Era John Herdman

“Jadi saya senang dengan itu karena mereka mengikuti rapat Zoom sebelum datang ke training center, menghabiskan waktu berjam-jam saat kami melakukan persiapan, kami telah membangun inti dari tim kami,” paparnya.

“Kami mewakili negara ini dan punya hal yang tidak dapat dinegosiasikan sebagai kolektif di grup ini.”

“Saya telah menyaksikannya seperti apa grup ini, mereka seperti meninggalkan apapun di pundaknya di luar sana dan fokus ke dalam tim, jadi kami memiliki kepemimpinan yang kuat,” urainya.

Baca juga: Timnas Indonesia Runner Up FIFA Series, Pengamat Ulas Pelajaran dari Bulgaria

Optimisme Herdman

Herdman optimistis dan bangga punya keistimewaan mengelola tim yang begitu punya gairah membawa nama negara terbang tinggi.

Ada semangat, motivasi, kebanggaan nyata di ruang ganti yang diimplementasikan dalam perjuangan di atas lapangan.

“Saya sangat terkesan dengan energi orang-orang ini yang istimewa, mereka mencerminkan orang-orang Indonesia yang punya semangat untuk hidup, semangat bahagia yang nyata,” ujarnya.

“Mereka menikmati hidup, mereka tersenyum, mereka tertawa, dan saya menikmatinya. Itu cocok dengan kepribadian saya. Anda tahu, apa yang ingin saya bawa ke sini,” tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau