Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kritik Pemecatan Enzo Maresca, Marc Cucurella Puji Poryek Arsenal

Kompas.com, 31 Maret 2026, 17:28 WIB
Tim Kompas.com,
Yudha Riefwan Najib

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bek kiri andalan Chelsea, Marc Cucurella, secara terbuka menyuarakan kritiknya terhadap kebijakan manajemen klub yang dinilai kurang stabil.

Marc Cucurella menyoroti seringnya terjadi pergantian pelatih serta ketimpangan dalam komposisi skuad yang terlalu didominasi oleh pemain muda tanpa kehadiran sosok berpengalaman.

Komentar pedas ini disampaikan Marc Cucurella saat dirinya tengah membela tim nasional Spanyol.

Ia menilai bahwa ketidakstabilan di tubuh The Blues, termasuk keputusan memecat pelatih terdahulu, telah memengaruhi mentalitas para pemain yang berambisi meraih gelar juara di kompetisi Premier League maupun level Eropa.

Dalam sebuah wawancara mendalam, Cucurella mengungkapkan keraguannya terhadap strategi klub yang terus menghamburkan dana besar untuk talenta muda.

Baca juga: Legenda Chelsea Sebut Cristiano Ronaldo Mungkin Berandai Bisa Sehebat Messi

Ia merasa tim membutuhkan keseimbangan antara potensi masa depan dan kematangan pemain yang sudah teruji di laga-laga besar.

“Saya mengerti ini adalah bagian dari kebijakan klub, dan mereka ingin mengambil arah ini – merekrut pemain muda dan menatap masa depan," kata Marc Cucurella dikutip dari Football Espana.

"Tetapi, bagi kita semua yang masih di sini dan ingin memenangkan hal-hal besar, momen seperti ini membuat kita merasa patah semangat,” ujar Cucurella.

Ia menambahkan bahwa kegagalan di laga krusial, seperti saat menghadapi PSG, merupakan bukti kurangnya jam terbang pemain.

“Kami memiliki inti pemain yang bagus. Fondasinya sudah ada. Tetapi untuk memperebutkan trofi besar seperti Liga Primer atau Liga Champions, Anda membutuhkan lebih banyak lagi."

"Hanya merekrut pemain muda mungkin akan mempersulit pencapaian tujuan tersebut. Melawan PSG, kami kekurangan pemain yang telah melalui situasi seperti itu," lanjutnya.

"Anda juga membutuhkan waktu, dan saya tahu pemain muda adalah orang-orang yang akan memiliki pengalaman di masa depan. Tetapi Anda perlu menemukan keseimbangan antara kedua hal tersebut.”

Baca juga: Komitmen Moises Caicedo bersama Chelsea di Tengah Incaran Real Madrid

Penyesalan Atas Kepergian Enzo Maresca

Lamine Yamal dibayangi Marc Cucurella dalam pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions antara Chelsea vs Barcelona di Stamford Bridge di London pada 25 November 2025. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)AFP/ADRIAN DENNIS Lamine Yamal dibayangi Marc Cucurella dalam pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions antara Chelsea vs Barcelona di Stamford Bridge di London pada 25 November 2025. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)

Terkait situasi manajerial, Marc Cucurella secara terang-terangan menentang keputusan klub saat memecat Enzo Maresca.

Menurutnya, stabilitas yang mulai terbentuk di bawah asuhan Maresca selama 18 bulan seharusnya dipertahankan demi hasil jangka panjang, sebagaimana yang dilakukan oleh Arsenal.

Halaman:


Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau