Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan John Herdman Cadangkan Beckham Putra dan Dony Tri

Kompas.com, 31 Maret 2026, 19:07 WIB
Adil Nursalam,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman dianggap telambat memasukkan Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas saat dikandaskan Bulgaria di final FIFA Series 2026. 

Seperti diketahui, skor Timnas Indonesia vs Bulgaria berakhir dengan skor 0-1 pada Senin (30/3/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. 

Gol semata wayang diciptakan oleh Marin Petkov lewat titik penalti pada menit ke-38. Herdman harus menunggu hingga menit ke-73 untuk memasukkan Dony Tri, dan menit ke-79 guna memainkan Beckham Putra

Saat keduanya tampil, agresivitas Timnas Indonesia di sepertiga akhir permainan kian meningkat. Sejumlah peluang tercipta, namun tak ada gol balasan. 

Baca juga: Pelatih Bulgaria Bandingkan Kualitas Timnas Indonesia dengan Tim Eropa

Herdman mengungkap alasannya harus memarkir Beckham dan Dony Tri di bangku cadangan. 

“Saya pikir juga begitu, mereka bisa masuk lebih awal. Tapi sekali lagi, Anda tahu, ketika Anda bermain melawan tim dengan kekuatan fisik (postur), Anda harus memilih momen untuk membawa pemain-pemain ini masuk ke permainan,” tutur Herdman. 

Rencana Bermain

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi arahan kepada anak asuhnya saat laga pertandingan Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi arahan kepada anak asuhnya saat laga pertandingan Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Pelatih asal Inggris ini punya rencana bermain. Rencana tersebut adalah memainkan pemain-pemain yang punya keunggulan postur yang bermain lebih dulu.

Sebab itu Herdman menampilkan Ragnar Oratmangoen di sayap kiri dan Nathan Tjoe-A-On di pos wing back kiri.  

Baca juga: Justin Hubner Optimistis Timnas Indonesia Naik Level di Era John Herdman

“Alasannya gaya fisik tim lawan, Anda harus mencoba dan memilih momen tertentu untuk membawa para pemain-pemain ini masuk, di mana saat permainan sedikit terbuka, ada lebih banyak ruang untuk mereka,” tuturnya. 

“Saya pikir harus mengatakan saya pikir Beckham dan Dony melakukannya dengan sangat baik meski datang dari bangku cadangan,” nilainya. 

Beckham mengganti Joey Pelupessy, sementara Dony Tri masuk ketika Justin Hubner ditarik keluar. 

Baca juga: Timnas Indonesia Runner Up FIFA Series, Pengamat Ulas Pelajaran dari Bulgaria

Potensi Beckham dan Dony di Masa Depan

Pemain Timnas Indonesia Dony Tri Pamungkas dibayangi pemain Bulgaria Petkov Marin dalam laga Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). Bulgaria menang 1-0 atas Indonesia.KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Pemain Timnas Indonesia Dony Tri Pamungkas dibayangi pemain Bulgaria Petkov Marin dalam laga Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). Bulgaria menang 1-0 atas Indonesia.

Herdman melihat potensi Beckham dan Dony. Mereka diprediksi akan menjadi pemain besar di masa depan. 

“Saya pikir mereka bisa menjadi pemain besar bagi Indonesia yang bergerak maju,” sebut Herdman. 

“Mereka telah tumbuh dalam kepercayaan diri dalam beberapa hari. Mereka mengerti gaya permainannya. Saya pikir masih banyak lagi pemain yang bisa datang ke tim ini. Kami baru saja memulai,” ungkapnya. 

Pada momen FIFA Series 2026 ini, Beckham dan Dony telak memperlihatkan kelayakan mereka berbaju Timnas Indonesia. 

“Saya pikir saat Doni Tri dan Beckham Putra masuk ke permainan, saya pikir mereka menunjukkan kemampuan mereka untuk melawan tim asal Eropa yang secara fisik lebih besar, lebih kuat.”

“Jadi saya cukup bersemangat untuk melihat dampak yang mereka miliki,” tukasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau