Penulis
KOMPAS.com - Pelatih Tim Nasional Italia, Gennaro Gattuso, menyampaikan pernyataannya dan menolak membahas masa depan jabatannya usai skuad Azzurri kalah 1-4 melalui adu penalti dari Bosnia-Herzegovina pada pertandingan final play-off, yang memastikan kegagalan Italia menembus Piala Dunia untuk tiga edisi berturut-turut, Rabu (1/4/2026) pukul 01.45 WIB.
Gattuso menyebut kegagalan ini sebagai pukulan telak yang berdampak pada pergerakan sepak bola Italia.
Ia menilai para pemainnya tidak pantas menerima hasil akhir tersebut setelah mengerahkan seluruh tekad di lapangan.
Gattuso mengungkapkan timnya sempat memiliki tiga peluang untuk mencetak gol kedua. Meskipun Italia terus menerima tekanan berupa umpan silang dari pihak lawan, ia tetap menegaskan kebanggaannya terhadap seluruh pemain.
"Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada yang keluar, darah saya sudah habis," kata Gattuso melalui Sky Sports Italia.
"Rasanya sakit, sangat sakit, tetapi kami harus menerimanya. Saya tidak ingin berbicara tentang wasit atau apa pun. Kami menderita dengan semua umpan silang itu, kami memberikan segalanya."
Terkait statusnya sebagai pelatih kepala, pria yang sebelumnya sempat bergurau akan bersembunyi jika Italia tidak lolos ini memilih untuk menahan diri.
Ia menghentikan pembicaraan mengenai kelanjutan posisinya di tim nasional.
"Saya tidak berpikir ini waktunya untuk membicarakan masa depan saya atau orang lain. Ini adalah sepak bola: terkadang membuat Anda merayakan. Terkadang, membuat Anda menderita," tuturnya.
Penyerang Bosnia-Herzegovina Haris Tabakovic (C) merayakan gol bersama rekan-rekan setim setelah mencetak gol dalam laga final kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret 2026.Kekalahan ini memunculkan sejarah baru, menjadikan Italia sebagai negara mantan juara dunia pertama yang absen dalam tiga penyelenggaraan turnamen utama FIFA secara berurutan.
Saat Italia mendapat kesempatan tampil berikutnya pada ajang ini, waktu akan menunjukkan jeda 16 tahun sejak partisipasi terakhir mereka, serta 24 tahun sejak memainkan laga sistem gugur kala menaklukkan Prancis pada final 2006.
Kegagalan Italia bermula dari hasil imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal. Bosnia-Herzegovina mendominasi mayoritas waktu pertandingan setelah bek Italia, Alessandro Bastoni, menerima kartu merah langsung pada babak pertama.
Bastoni tercatat sebagai pemain Italia pertama yang mendapat kartu merah pada kualifikasi Piala Dunia sejak Giorgio Chiellini saat menghadapi Israel pada September 2016.
Penentuan pemenang kemudian berlanjut ke babak adu penalti.
Bosnia-Herzegovina memastikan tiket lolos setelah eksekusi penalti Esmir Bajraktarevic meluncur di bawah penjagaan kiper Gianluigi Donnarumma yang sudah menebak arah dengan melompat ke sudut kanan bawah.
Kemenangan 4-1 milik Bosnia ini terjadi menyusul kegagalan dua eksekutor Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, dalam menyarangkan bola ke gawang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang