Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam

Kompas.com, 1 April 2026, 10:27 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

KOMPAS.com - Pelatih Tim Nasional Italia, Gennaro Gattuso, menyampaikan pernyataannya dan menolak membahas masa depan jabatannya usai skuad Azzurri kalah 1-4 melalui adu penalti dari Bosnia-Herzegovina pada pertandingan final play-off, yang memastikan kegagalan Italia menembus Piala Dunia untuk tiga edisi berturut-turut, Rabu (1/4/2026) pukul 01.45 WIB.

Gattuso menyebut kegagalan ini sebagai pukulan telak yang berdampak pada pergerakan sepak bola Italia.

Ia menilai para pemainnya tidak pantas menerima hasil akhir tersebut setelah mengerahkan seluruh tekad di lapangan.

Rasa Sakit dan Penolakan Bahas Masa Depan

Gattuso mengungkapkan timnya sempat memiliki tiga peluang untuk mencetak gol kedua. Meskipun Italia terus menerima tekanan berupa umpan silang dari pihak lawan, ia tetap menegaskan kebanggaannya terhadap seluruh pemain.

"Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada yang keluar, darah saya sudah habis," kata Gattuso melalui Sky Sports Italia.

"Rasanya sakit, sangat sakit, tetapi kami harus menerimanya. Saya tidak ingin berbicara tentang wasit atau apa pun. Kami menderita dengan semua umpan silang itu, kami memberikan segalanya."

Terkait statusnya sebagai pelatih kepala, pria yang sebelumnya sempat bergurau akan bersembunyi jika Italia tidak lolos ini memilih untuk menahan diri.

Ia menghentikan pembicaraan mengenai kelanjutan posisinya di tim nasional.

"Saya tidak berpikir ini waktunya untuk membicarakan masa depan saya atau orang lain. Ini adalah sepak bola: terkadang membuat Anda merayakan. Terkadang, membuat Anda menderita," tuturnya.

Penyerang Bosnia-Herzegovina Haris Tabakovic (C) merayakan gol bersama rekan-rekan setim setelah mencetak gol dalam laga final kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret 2026.AFP/ELVIS BARUKCIC Penyerang Bosnia-Herzegovina Haris Tabakovic (C) merayakan gol bersama rekan-rekan setim setelah mencetak gol dalam laga final kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 31 Maret 2026.

Rekor Buruk Tiga Edisi dan Kegagalan Penalti

Kekalahan ini memunculkan sejarah baru, menjadikan Italia sebagai negara mantan juara dunia pertama yang absen dalam tiga penyelenggaraan turnamen utama FIFA secara berurutan.

Saat Italia mendapat kesempatan tampil berikutnya pada ajang ini, waktu akan menunjukkan jeda 16 tahun sejak partisipasi terakhir mereka, serta 24 tahun sejak memainkan laga sistem gugur kala menaklukkan Prancis pada final 2006.

Kegagalan Italia bermula dari hasil imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal. Bosnia-Herzegovina mendominasi mayoritas waktu pertandingan setelah bek Italia, Alessandro Bastoni, menerima kartu merah langsung pada babak pertama.

Bastoni tercatat sebagai pemain Italia pertama yang mendapat kartu merah pada kualifikasi Piala Dunia sejak Giorgio Chiellini saat menghadapi Israel pada September 2016.

Penentuan pemenang kemudian berlanjut ke babak adu penalti.

Bosnia-Herzegovina memastikan tiket lolos setelah eksekusi penalti Esmir Bajraktarevic meluncur di bawah penjagaan kiper Gianluigi Donnarumma yang sudah menebak arah dengan melompat ke sudut kanan bawah.

Kemenangan 4-1 milik Bosnia ini terjadi menyusul kegagalan dua eksekutor Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, dalam menyarangkan bola ke gawang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau