Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhub Ungkap Penumpang Pesawat dan Private Jet Meningkat Saat Mudik Lebaran 2026

Kompas.com, 1 April 2026, 13:44 WIB
Rahel Narda Chaterine,
Bilal Ramadhan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana memaparkan bahwa data penggunaan angkutan umum selama momen arus mudik dan balik Lebaran 2026 meningkat, termasuk pesawat dan private jet.

"Jumlah penerbangan mengalami kenaikan termasuk private jet bertambah untuk tahun Lebaran ini," kata Suntana di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (1/3/2026).

Baca juga: Arus Balik Belum Usai: MBZ Padat Pada H+9 Lebaran, Pola Mudik 2026 Berubah

Dari pemaparannya di KSP, Suntana mengatakan jumlah penumpang angkutan umum di masa Lebatan tahun ini juga meningkat dari tahun sebelumnya.

"Jumlah penumpang angkutan umum pada masa Lebaran tahun ini berjumlah 23,54 juta orang. Ini mengalami kenaikan," kata Suntana.

Dari data Kemenhub, moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen. Dari yang tadinya 3,49 juta di 2025 menjadi 3,89 juta di 2026.

Baca juga: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Paling Tinggi Sepanjang Masa

Di moda angkutan laut mengalami kenaikan sebesar 9,86 persen dengan rincian 1,84 juta tahun 2025 menjadi 2,02 juta tahun 2026.

Sektor angkutan udara naik 6,97 persen. Pada 2025, ada 4,47 juta penumpang dan meningkat jadi 4,77 juta tahun ini.

"Moda angkutan udara mengalami kenaikan sebesar 6,97 persen. Kami laporkan Pak KSP dan rekan-rekan media terjadi kenaikan memang kebutuhan pesawat dan pesawat privat jet untuk kebutuhan silaturahmi juga cukup tinggi," ucapnya.

Baca juga: Perjalanan Mudik Turun, Penumpang Naik: Sinyal Baru Pola Perjalanan Lebaran 2026

Kemudian, moda angkutan kereta api juga meningkat 10 persen dari 6,64 juta di 2025 menjadi 7,31 juta di 2026.

Begitu juga dengan transportasi laut yang meningkat tinggi sebesar 15,36 persen. Tahun lalu hanya 4,79 juta penumpang menjadi 5,52 juta tahun 2026.

"Dan moda penyebrangan yang kami sangat luar biasa surprise itu naik sampai 15 persen," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Nasional
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Nasional
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Nasional
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Nasional
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Nasional
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Nasional
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Nasional
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Nasional
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Nasional
Mensos: Proses Ground Check 11 Juta Peserta PBI JK Sudah Capai 98 Persen
Mensos: Proses Ground Check 11 Juta Peserta PBI JK Sudah Capai 98 Persen
Nasional
Diduga Ada Propaganda dalam Kasus Amsal Sitepu, Komisi III DPR Panggil Kejari Karo dan Komjak
Diduga Ada Propaganda dalam Kasus Amsal Sitepu, Komisi III DPR Panggil Kejari Karo dan Komjak
Nasional
Prabowo Bertemu Presiden Lee, Ingin Tingkatkan Kerja Sama Indonesia-Korsel
Prabowo Bertemu Presiden Lee, Ingin Tingkatkan Kerja Sama Indonesia-Korsel
Nasional
147 Juta Orang Telah Lakukan Perjalanan di Mudik Lebaran 2026
147 Juta Orang Telah Lakukan Perjalanan di Mudik Lebaran 2026
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau