JAKARTA, KOMPAS.com - Arus balik Lebaran 2026 belum sepenuhnya mereda. Lonjakan kendaraan menuju Jakarta masih terjadi di Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), bahkan setelah puncak arus balik terlewati, mencerminkan pola perjalanan masyarakat yang mulai bergeser.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) mencatat sebanyak 39.599 kendaraan menuju Jakarta melintasi ruas MBZ pada H+9 Idul Fitri 1447 H/2026. Angka ini meningkat 67,47 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 23.646 kendaraan.
“Meskipun arus balik utama telah terlewati, volume kendaraan menuju Jakarta masih mengalami peningkatan, terutama pada periode malam hari,” kata GM Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Desti Anggraeni dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Di sisi lain, kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat sebanyak 26.719 unit atau meningkat 22,05 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 21.892 kendaraan.
“Kenaikan yang relatif moderat ini menunjukkan bahwa pergerakan lalu lintas di kedua arah mulai kembali mendekati pola normal,” lanjut Desti.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Percepat Layanan Ketapang-Gilimanuk
Secara umum, kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Layang MBZ terpantau lancar dan terkendali. Pemantauan lalu lintas dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan kesiapsiagaan petugas operasional di lapangan.
Desti mengimbau pengguna jalan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima serta kendaraan dalam kondisi layak jalan.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta menjaga kecukupan daya listrik dan bahan bakar minyak (BBM), serta mengantisipasi perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.
Baca juga: PELNI Angkut 153.433 Penumpang Arus Balik, Tiket Terjual 91,4 Persen
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebelumnya mencatat mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD). Angka ini meningkat 2,53 persen dibandingkan hasil survei sebesar 143,92 juta orang.
Namun, dibandingkan realisasi Lebaran 2025 yang mencapai 154,62 juta orang, jumlah tersebut turun 4,57 persen.
“Tentunya ada beberapa pertimbangan dari masyarakat untuk melakukan perjalanan, itu akan kami elaborasi lagi mengenai penurunan dibandingkan tahun kemarin,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Kemenhub, Senin (30/3/2026).
Baca juga: 28 dan 29 Maret Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Kemenhub Ungkap Titik Krusial