Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekonomi di Masa Lebaran Diramal Tumbuh 5 Persen, Kuartal II Lebih Berat?

Kompas.com, 1 April 2026, 08:00 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Periode Lebaran telah usai, ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh di atas 5 persen dengan dukungan dari sektor transportasi hingga telekomunikasi.

Kendati mengawali tahun dengan optimistis, kondisi ekonomi di kuartal II-2026 banyak diramalkan lebih menantang akibat efek dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ekonom Maybank Myrdal Gunarto memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi untuk kuartal I-2026 mampu mencapai 5,37 persen.

Hal ini didukung oleh langkah pemerintah yang sejak awal tahun telah mengakselerasi program belanja pemerintah termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih

"Penopangnya kalau kita lihat ada tingkat konsumsi rumah tangga yang kemungkinan bisa tumbuh 5,16 persen," kata dia kepada Kompas.com.

Baca juga: OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8 Persen

Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 kemungkinan ditopang oleh sektor pendukung selama periode libur Lebaran.

Sektor transportasi diprediksi tumbuh 8,38 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dan sektor yang berkaitan dengan akomodasi bisa tumbuh hingga 6,12 persen.

Sektor komunikasi dan telekomunikasi juga diperkirakan akan naik 7,37 persen.

"Faktor itu yang membuat pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I-2026 akan tetap lumayan tinggi di level 5,37 persen," ungkap dia.

Baca juga: Perjalanan Mudik Turun, Penumpang Naik: Sinyal Baru Pola Perjalanan Lebaran 2026

Tingkat konsumsi terdongkrak THR Lebaran

Sejumlah uang baru yang kerap digunakan untuk THRKOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Sejumlah uang baru yang kerap digunakan untuk THR

Myrdal menjelaskan, tingkat konsumsi masyarakat pada kuartal I-2026 akan terdongkrak oleh adanya Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR).

Adanya tambahan pendapatan ini membuat masyarakat memiliki pendapatan siap dibelanjakan atau disposable income.

"Karena Indonesia merupakan negara yang struktur ekonominya digerakkan oleh konsumsi rumah tangga, makan begitu ada THR atau ekstra allowance dalam bentu BHR juga ya sudah pasti tingkat konsumsi akan mengalami kenaikan," terang dia.

Selain itu, faktor lain yang mendukung konsumsi dan pertumbuhan ekonomi pada periode Lebaran itu adalah karena waktu liburan panjang.

Dengan gabungan disposable income dan masa liburan, konsumsi rumah tangga otomatis meningkat secara maksimal.

Baca juga: OECD: Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi Global, Inflasi 2026 Diprediksi Naik

Hal ini biasanya akan tercermin dari pertumbuhan pada bulan berikutnya.

Sebagai pengingat, tahun lalu Lebaran jatuh pada akhir Maret atau berada di periode akhir kuartal I-2025. Sementara, masyarakat banyak menggunakan waktu liburan dan belanja pada bulan berikutnya.

"Sehingga kalau kita lihat pada kuartal II-2025, pertumbuhan ekonomi kita naik, jadi 5,12 persen dari 4,87 persen pada kuartal pertamanya. Nah, kuartal kedua tahun lalu itu juga ada gaji ke-13 ya untuk PNS, juga ada libur panjang di April dan Mei," kata dia.

Baca juga: WFH Parsial dan Ekspektasi Penghematan BBM: Membaca Dampak Nyata Ekonomi

Inflasi terjaga selama pemerintah jaga pasokan bahan pangan

Myrdal mengungkapkan, inflasi tidak akan melonjak tajam selama pemerintah mampu untuk menjaga pasokan bahan pangan.

Pemerintah juga diharapkan mampu menjaga harga pangan seperti daging ayam, cabai merah, bawang merah, beras, telur.

"Selama itu dapat dijaga pemerintah dengan baik, saya rasa inflasi masih akan terkendali, tidak mengalami lonjakan yang signifikan" ungkap dia.

Dengan kata lain, selama pemerintah dapat menjaga suplai, dampak inflasi tidak akan mengalami lonjakan seperti tahun sebelumnya.

"Tahun lalu kita lihat inflasi awal tahun juga relatif jinak kok, karena pemerintah tahun lalu cukup berhasil ya menjaga pasokan pangan, terutama komoditas kucinya," tutup dia.

Baca juga: Di Tengah Tekanan Global, Lebaran Jadi Harapan Ekonomi Kuartal I 2026

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
 KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
KKP Percepat Pembangunan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu
Ekbis
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
KA Ciremai Terdampak Longsor di Maswati–Sasaksaat, Seluruh Penumpang Selamat
Ekbis
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau